LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

KSSK khawatirkan rendahnya penetrasi korporasi RI tarik utang

KSSK khawatirkan rendahnya penetrasi korporasi RI tarik utang. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat bahwa kondisi ekonomi masih perlu diwaspadai. Menkeu menambahkan pertumbuhan ekonomi dunia 2016 dan 2017 yang masih mengalami tekanan.

2016-10-24 17:09:47
Utang
Advertisement

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menggelar pertemuan rutin membahas perekonomian Indonesia hari ini. Pada pertemuan kali ini Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat bahwa kondisi ekonomi masih perlu diwaspadai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan risiko ini datang baik dari dalam maupun luar Indonesia. Dari dalam negeri, KSSK mengkhawatirkan melemahnya minat korporasi dalam menarik utang perbankan. Selain itu, risiko juga datang dari rendahnya kinerja penyaluran kredit perbankan dalam mengantisipasi lonjakan non performing loan (NPL) atau kredit macet.

"Sedangkan dari sisi eksternal yang perlu diwaspadai yang bisa berpengaruh terhadap stabilitas sistem keuangan adalah rencana kenaikan FFR (Fed Fund Rate/ Suku bunga The Fed) pada 2016, ditambah dengan hal yang terjadi pada proses Brexit yang memberikan tekanan pada pasar modal dan pasar SBN," katanya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/10).

Menkeu menambahkan pertumbuhan ekonomi dunia 2016 dan 2017 yang masih mengalami tekanan dan direvisi ke bawah turut berkontribusi pada risiko perekonomian nasional. Imbasnya, harga komoditas belum akan membaik setidaknya sampai tahun depan.

Risiko terakhir kembali datang dari luar negeri yakni kondisi ekonomi China. Sebab, negara ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama ini.

Namun, Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia hingga triwulan III masih terjaga dengan baik. Ini bisa terlihat dari sejumlah indikator yakni perkembangan nilai tukar, makro prudensial, sistem pembayaran, pasar modal, pasar surat berharga negara yang masih terkendali.

"Kondisi ini didukung oleh membaiknya kinerja APBN sebagai instrumen fiskal, sebagai dampak dari langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, baik dari sisi belanja maupun dari implementasi pengampunan pajak dan penerimaan perpajakan. Kita juga melihat membaiknya kinerja pasar modal, kondisi lembaga keuangan yang maish terjaga dengan baik," katanya.

Menkeu memastikan bahwa KSSK akan terus memantau perkembangan perekonomian nasional. Tujuannya untuk menjaga kepercayaan pasar.

"Kita semua bersepakat yaitu Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS, akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan market confidence agar stabilitas sistem keuangan dapat terjaga dan berkontribusi positif terrhadap PE nasional, penciptaan lapangan kerja, dan tertentu dalam pemulihan investasi," tutupnya.

Baca juga:
BI sebut pembangunan Indonesia tak berjalan tanpa utang asing
Bangun PLTGU 800 MW, PLN dapat utang USD 310 juta dari Jepang
Per Agustus, utang luar negeri Indonesia turun jadi Rp 4.203 triliun
Kesal ditagih utang Rp 1 juta, Ali bacok tetangganya hingga terkapar
China beri utang Rp 52 triliun ke 3 perusahaan BUMN
China beri utang USD 1 miliar bangun PLTU Cilacap
Dapat utang Rp 3,2 T, pemerintah bakal bangun Jalur Pantai Selatan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.