LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

KSPI Soal Impor Pipa: APBN Seharusnya Digunakan untuk Serap Produk Lokal

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mendukung penuh sikap tegas Presiden Jokowi dengan memecat salah satu pejabat PT Pertamina (Persero) yang terlibat dalam pengadaan pipa impor. Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

2021-03-12 10:51:47
ekspor impor
Advertisement

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mendukung penuh sikap tegas Presiden Jokowi dengan memecat salah satu pejabat PT Pertamina (Persero) yang terlibat dalam pengadaan pipa impor. Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

"Buruh setuju dan mendukung apa yang disampaikan pak Luhut tersebut," ungkap dia saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (12/3).

Dia menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan ekonomi Indonesia jatuh ke jurang resesi, pejabat negara di minta untuk aktif membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional. Di antaranya dengan memprioritaskan belanja pemerintah melalui dana APBN APBD untuk menyerap sebanyak mungkin produk dalam negeri, termasuk pipa.

Advertisement

"Sehingga uang berputar lebih banyak di dalam negeri," terangnya.

Pun, dengan membatasi impor diyakini mampu untuk melindungi kelangsungan bisnis industri pipa dalam negeri di tengah kondisi ekonomi sulit ini. Mengingat sejumlah produsen lokal telah mampu menghasilkan pipa berkualitas ekspor tinggi.

"Dengan demikian, PHK dapat dihindari dan penyerapan angkatan kerja baru tetap ada. Karena pabrik dan perusahaan di dalam negeri baik investasi asing atau domestik tetap bisa beroperasi dari order pemerintah tersebut," tambahnya.

Advertisement

Maka dari itu, dia meminta Presiden Jokowi untuk tetap galak terhadap pejabat yang doyan untuk membuka keran impor. "Sehingga produksi dalam negeri bisa digenjot lebih tinggi, seperti produksi beras, baja tekstil, makanan minuman, energi, pertambangan, dan lain sebagainya," ucap dia menekankan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan geram kepada salah satu pejabat di Pertamina. Alasannya, pejabat Pertamina tersebut masih melakukan impor pipa yang sebenarnya bisa diproduksi di Indonesia.

"Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu," kata Luhut dalam Rakornas BPPT di Jakarta, Selasa (9/3).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Pertamina itu menunjukkan kurangnya idealisme kecintaan kepada bangsa. Sebab lebih memilih produk asing ketimbang menggunakan produk dalam negeri. "Nah kecintaan kita, kepada idealisme itu kita menurut saya kurang," kata dia.

Padahal, seharusnya generasi muda lebih mencintai bangsanya sendiri. Sebaliknya dia merasa sedih melihat ada pejabat yang malah melacurkan diri hanya demi memperkaya diri. "Jadi saya sedih kadang-kadang melihat anak muda itu, maaf istilah saya melacurkan profesionalismenya hanya sekedar gini (uang) saja," ungkap Luhut.

Baca juga:
Menperin Agus Lobi Toyota Buka Keran Ekspor Kendaraan dari RI ke Australia
Menko Luhut Marah Pertamina Masih Impor Pipa: Padahal Masih Bisa Dibuat di Indonesia
Dampak Pandemi Covid-19, Ratusan Ton Kopi Garut Gagal Diekspor
Bea Cukai Harap Manado Menjadi Superhub Ekspor
Pemerintah Jokowi Siapkan Aturan Pelengkap Neraca Komoditas
Kemendag: Hasil Referendum Swiss Buka Jalan bagi Ekspor CPO

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.