LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

KRL Jogja-Solo Bisa Tekan Angka Konsumsi BBM Hingga 51,7 Persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengoperasian KRL Jogja-Solo mampu berkontribusi dalam pengurangan angka konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 51,7 persen. Ini sejalan dengan program pemerintah yang ingin beralih ke energi ramah lingkungan.

2022-03-04 21:23:28
Transportasi umum
Advertisement

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengoperasian KRL Jogja-Solo mampu berkontribusi dalam pengurangan angka konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 51,7 persen. Ini sejalan dengan program pemerintah yang ingin beralih ke energi ramah lingkungan.

Dia menjelaskan, sebelum KRL Jogja-Solo dibangun dan dioperasikan, masyarakat sekitar di kawasan ini sangat mengandalkan transportasi jalan raya untuk mobilitas sehari-hari.

"Tingginya penggunaan moda angkutan jalan raya berimbas kepada konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Oleh sebab itu, pemerintah kemudian melakukan elektrifikasi jalur kereta api Jogja-Solo," ujarnya dalam video tapping pada webinar 1 Tahun KRL Jogja-Solo, Jumat (4/3).

Advertisement

Untuk itu, dia berharap ke depan tingkat konversi kendaraan pribadi beralih ke KRL Jogja-Solo dapat mencapai 50 persen. Berkaca pada kebutuhan masyarakat yang tinggi, Menhub menilai, ketergantungan terhadap KRL Jogja-Solo sejatinya merupakan langkah penting dalam upaya membangun transportasi yang berkelanjutan.

"Namun demikian, upaya ini perlu didukung setiap kalangan dan stakeholder terkait. Dengan upaya menghadirkan KRL ramah lingkungan, maka akan menambah jarak yang lebih panjang. Juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memanfaatkan infrastruktur ini yang sudah dibangun," ungkapnya.

Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan integrasi antarmoda pada stasiun-stasiun KRL Jogja-Solo. Tujuannya, demi mempermudah penumpang yang akan mengakses layanannya, sehingga beralih dari kendaraan pribadi kemudian menggunakan KRL.

Advertisement

Menurutnya, kehadiran KRL Jogja-Solob bukan hanya menghadirkan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan, namun juga menjadi batu loncatan penting dalam pengembangan sektor kereta api nasional.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pasca Akuisisi Jembatan Nusantara, ASDP Diklaim Jadi Operator Armada Terbesar Dunia
Libur Nyepi, Okupansi Penumpang KA Jarak Jauh Masih di Bawah 50 Persen
DPRD DKI Minta Pemprov Seleksi Ulang Penerima Subsidi Transportasi Umum
Jalur KRL Yogya-Solo Bakal Diperpanjang Hingga Karanganyar
Pemprov DKI Targetkan Armada Transjakarta Didominasi Bus Listrik di 2050
Setahun Beroperasi, KRL Yogya-Solo Sempat Terimbas saat PPKM Level 4

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.