LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Krisis Global Saat Ini Mengulang Masa Perang Dingin Blok Barat & Uni Soviet

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kondisi ekonomi global yang sedang terjadi saat ini pernah terjadi di masa lalu. Tepatnya di era 1970-an kala terjadi perang dingin antara negara blok barat dengan Uni Soviet dan China.

2023-01-09 16:56:25
Krisis ekonomi
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kondisi ekonomi global yang sedang terjadi saat ini pernah terjadi di masa lalu. Tepatnya di era 1970-an kala terjadi perang dingin antara negara blok barat dengan Uni Soviet dan China.

Perang dingin tersebut kembali terjadi sekarang ini. Blok barat yakni Eropa dan Amerika Serikat tengah berselisih dengan Rusia yang dulu masih menjadi Uni Soviet.

"Saya sekarang suka baca buku geopolitik, world does mean ini seperti perang dingin AS dengan Uni Soviet. Sekarang blok barat versus Soviet dan RRT ini sama dengan era 1970-an," kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan di acara CEO Banking Forum di Jakarta, Senin (9/1).

Advertisement

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2022, Rusia secara tiba-tiba melakukan invasi kepada Ukraina. Atas invasi tersebut, Rusia mendapatkan sanksi dari Eropa dan Amerika Serikat seperti pemutusan hubungan perdagangan.

Di sisi lain, ketegangan perang dingin juga terjadi antara Amerika Serikat dengan China. Perang dagang ini kembali memanas sejak tahun 2019.

Tak hanya ketegangan politik saja, dalam hal tingkat inflasi juga memiliki kesamaan. Tingkat inflasi Amerika Serikat di tahun 2022 lalu sempat di atas 9 persen dan menjadi yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Artinya, kondisi tersebut terjadi ketika terjadi perang dingin di masa lalu.

Advertisement

"Fenomena tahun lalu, inflasi di AS pernah naik di atas 9 persen," kata dia.

Pada akhirnya Sri Mulyani berkesimpulan, masalah yang terjadi di dunia intinya memiliki pola yang sama. Perbedaannya hanya pada faktor pemicu, makanya penting bagi para bankir milenial untuk kembali membuka buku-buku sejarah dan mempelajarinya. Agar bisa mengambil keputusan bijak saat menghadapi situasi yang sama.

"Jadi memang perlu mempelajari sejarah agar tidak kaget, baik dari sisi ekonomi dan geopolitik yang akan memengaruhi dunia," kata dia.

Baca juga:
Sri Mulyani: Bangladesh, Sri Lanka dan Pakistan Jadi Pasien IMF
IMF Prediksi Sepertiga Negara Dunia Resesi di 2023, Sri Mulyani: Kita Tidak Termasuk
Sri Mulyani Sebut 2023 Jadi Tahun Menarik, Kenapa?
Membongkar Penyebab Ekonomi Global Bisa Jatuh ke Jurang Resesi di 2023
Pakistan Serukan Pasar dan Mal Tutup Lebih Awal, Ini Alasannya
Kinerja Ekspor Positif, Mendag Zulhas Optimis Ekonomi RI di 2023 Tetap Moncer

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.