Korea Selatan tertarik garap pembangunan kereta Sulawesi Selatan
Pemerintah Korea Selatan menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan kereta Sulawesi Selatan. Selain itu, ada tiga proyek lain dilirik Korsel yakni Bandara Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Kijing. Menteri Budi menilai Korea Selatan memiliki kompetensi dalam pembangunan kereta.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan kereta Sulawesi Selatan. Selain itu, ada tiga proyek lain dilirik Korsel yakni Bandara Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Kijing.
"Kami beri kesempatan kepada Korea untuk berinvestasi, terutama kereta api di Sulawesi Selatan yang seterusnya akan didiskusikan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti dikutip Antara usai pertemuan bilateral dengan Delegasi Korea Selatan dalam "Asia-Europe Meeting Transport Ministers Meeting"(ASEM TMM) di Denpasar, Bali, Rabu (27/9).
Menteri Budi menilai Korea Selatan memiliki kompetensi dalam pembangunan kereta, karena detail dan dengan penawaran harga yang kompetitif. "Saya beberapa kali ke sana sangat kompeten, sangat detail dan harganya kompetitif," katanya.
Dia mengatakan potensi nilai investasi proyek yang dilirik Korea Selatan, yaitu Rp 20 triliun.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mendukung adanya investasi dari pihak asing agar mempercepat pembangunan konektivitas.
"Kami mendukung agar semuanya biasa cepat dan peran swasta dilibatkan agar tercipta iklim usaha yang kompetitif," katanya.
Baca juga:
Jokowi ingin proyek kereta api Trans Sumatera selesai akhir 2019
Hari minggu besok, skytrain Bandara Soekarno-Hatta dibuka untuk umum
Atasi kemacetan, BPTJ bangun tempat parkir khusus ojek di stasiun
Unik, KRL lokal di Jepang ini difasilitasi kafe kucing
Pemerintah kaji 2 jalur kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya
2 Stasiun belum rampung, KRL Jakarta-Cikarang tetap beroperasi bulan ini
Juli 2017, penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek capai 27 juta orang