LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kontribusi Go-Jek ke Ekonomi RI Diperkirakan Capai Rp55 Triliun

Kontribusi Go-Jek terhadap perekonomian Indonesia ditaksir mencapai Rp 55 triliun. Hal ini tidak terlepas dari penerapan istilah Society 5.0 karena mengantarkan beragam layanan secara langsung sesuai kebutuhan konsumen.

2019-08-08 20:27:23
GO-Jek
Advertisement

Kontribusi Go-Jek terhadap perekonomian Indonesia ditaksir mencapai Rp55 triliun. Hal ini tidak terlepas dari penerapan istilah Society 5.0 karena mengantarkan beragam layanan secara langsung sesuai kebutuhan konsumen.

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengumumkan kontribusi Gojek sebesar Rp55 triliun itu mengukur 100 persen mitra aktif saat ini. Dihitung berdasarkan kontribusi sepanjang 2018.

"Sebelumnya pernah kami umumkan bahwa kontribusi Gojek sebesar Rp44,2 triliun pada 2018 yang merupakan cerminan dari 75 persen mitra aktif. Tapi jika diukur 100 persen maka sebesar Rp55 triliun," ungkap Kepala LD FEB UI, Turro S. Wongkaren di Jakarta, Kamis (8/8).

Advertisement

Dia menjelaskan, rentang kontribusi antara Rp44,5 triliun atau 75 persen sampai Rp55 triliun atau 100 persen merupakan hal biasa dilakukan lembaga riset. Hal tersebut dilakukan untuk memaparkan angka konservatif dan angka optimistis.

"Society atau masyarakat 5.0 ini hal berbeda dengan Industry 4.0. Society 5.0 memfokuskan pada sisi demand dan bagaimana kebutuhan itu bisa dilayani dengan teknologi. Itu berkembang di Jepang," imbuhnya.

Hal tersebut menurutnya tercermin dari layanan dalam ekosistem Gojek. Turro mencontohkan, bagaimana layanan pembersih rumah ke konsumen, layanan bengkel, dan layanan lainnya secara langsung ke konsumen.

Advertisement

"Dengan begitu Gojek ini membuat mereka yang sebelumnya tidak kepikiran bekerja menjadi mau bekerja. Misalnya ibu rumah tangga dan mahasiswa. Sebab ada independensi dalam menentukan waktu bekerja," paparnya.

Peneliti LD FEB UI, Bagus Takwin, memaparkan mitra Gojek memaknai pekerjaan mereka lebih dari sekadar menghasilkan uang. "Mereka melihat hidup menjadi lebih bermakna dengan menjadi mitra Gojek. Bisa membantu banyak orang dan menebar kebaikan," ulasnya.

Berdasarkan pengukuran kepuasan hidup mitra yang menggunakan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL) dari Pavot dan Diener (2013), skor rata-rata kebahagiaan mitra yang ditemukan penelitian LD FEB UI adalah 24,3 dari skala maksimal 35.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Lewat Fitur Ini, Go-Jek Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
Ratusan Driver Segel Kantor Gojek Semarang Buntut Pemotongan Bonus Sepihak
Usai Unjuk Rasa, Gojek dan Pengemudi Capai Kesepakatan
Kesepakatan Tak Terpenuhi, Driver dan GO-JEK Lanjutkan Mediasi Pekan Depan
Kemacetan Panjang Akibat Demo Sopir GoCar di Pasar Raya Blok M
Fakta-fakta Saat Heboh 4 Unicorn Indonesia Diklaim Milik Singapura

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.