Kontraksi Ekonomi di Kuartal III-2020 Dinilai Masih Dalam
Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai kontraksi ekonomi RI kuartal III-2020 yang mencapai 3,49 persen masih cukup dalam, padahal pada periode itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilonggarkan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 terkontraksi minus 3,49 persen. Capaian tersebut lebih baik jika dibandingkan posisi pada kuartal II-2020 yang tercatat minus 5,32 persen.
Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai kontraksi ekonomi RI kuartal III-2020 yang mencapai 3,49 persen masih cukup dalam, padahal pada periode itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilonggarkan.
"Saya tadinya berpikir kontraksi tidak sedalam itu walaupun sudah lebih baik dari kuartal II, tapi kuartal II anjlok karena pengetatan," kata Mohammad Faisal di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (5/11).
Menurut dia, realisasi pertumbuhan itu perlu menjadi catatan karena pengetatan dalam PSBB yang direlaksasi namun ekonomi belum bisa mengalami perubahan cukup besar. "Artinya potensi ke depan bisa jadi dalam beberapa kuartal, kita masih akan mengalami pertumbuhan yang kontraksi," imbuhnya.
Menurutnya, agar terjadi pertumbuhan ekonomi pada capaian positif, ekonomi harus digerakkan oleh konsumsi khususnya kalangan menengah ke atas yang dinilai masih menahan pengeluaran. Untuk itu, pekerjaan rumah besar yang harus ditanggulangi adalah menangani pandemi karena selama ada peningkatan kasus covid-19, konsumsi masyarakat ekonomi menengah ke atas akan tetap tertahan atau menunda belanja.
Sementara itu, terkait realisasi belanja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kata dia, ditujukan untuk memberikan daya tahan kepada masyarakat terdampak bukan untuk membuat pertumbuhan ekonomi positif.
"PEN bukan untuk membuat pertumbuhan ekonomi positif. Itu supaya tidak anjlok lebih dalam, yang miskin dan pengangguran tidak bertambah tapi untuk mendorong ekonomi positif itu ekonomi mesti bergerak, digerakkan konsumsi, khususnya menengah ke atas," jelasnya.
Baca juga:
BPS: Hanya Konsumsi Pemerintah Tumbuh Positif di Kuartal III-2020
Penjelasan Lengkap soal Indonesia Resmi Terperosok ke Jurang Resesi Ekonomi
BPS Beberkan 10 Sektor Masih Alami Kontraksi di Kuartal III-2020
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Minus 3,49 Persen
Rupiah Bergerak Menguat Jelang Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III
Airlangga Harap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Tunjukkan Perbaikan