Konsumsi Nasi Orang Indonesia Naik Sejak Pandemi, Waspada Harga Beras Makin Mahal
Memasuki masa pandemi, rata-rata konsumsinya naik ke 1,379 kg per kapita per minggu. Konsumsinya juga terus bertambah pada tahun kedua pandemi, yakni menjadi 1,451 kg per kapita per minggu pada 2021
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan terjadi di Indonesia pada Semester II-2023 dan mungkin berlangsung hingga awal tahun 2024. El Nino menyebabkan penurunan curah hujan sehingga musim kemarau akan terjadi lebih panjang.
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko pun meminta masyarakat mengurangi konsumsi nasi. Imbauan ini disampaikan Moeldoko seiring konsumsi nasi oleh masyarakat terus meningkat jika dibandingkan dengan 40 tahun lalu. Sementara lahan untuk memproduksi padi semakin sedikit.
"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk efisien dan mulai memikirkan bahwa kita makan nasi masih terlalu banyak seperti zaman Jepang, 40 tahun lalu," kata Moeldoko pada acara HUT Ke-50 HKTI di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/6).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi beras penduduk Indonesia mengalami peningkatan sejak pandemi.
Pada 2018 konsumsi beras dari semua jenis, termasuk beras lokal, kualitas unggul, dan impor mencapai 1,404 kg per kapita per minggu. Jumlah ini kemudian sempat turun menjadi 1,374 kg per kapita per minggu pada 2019.
Memasuki masa pandemi, rata-rata konsumsinya naik ke 1,379 kg per kapita per minggu. Konsumsinya juga terus bertambah pada tahun kedua pandemi, yakni menjadi 1,451 kg per kapita per minggu pada 2021.
Ancaman Lonjakan Harga
Direktur Eksekutif for Development Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad pun mengatakan jika konsumsi dan ketersediaan beras tidak seimbang di musim kemarau panjang ini, dapat dipastikan akan terjadi lonjakan harga.
"Harga beras di seluruh dunia pasti akan mengalami kenaikan," ujar Tauhid kepada merdeka.com, Kamis (8/6).
Naiknya harga beras bukan hanya di Indonesia, negara-negara pemasok beras untuk Indonesia seperti Thailand dan Vietnam pun juga mengalami kondisi yang sama. Sebab menurut Tauhid tren El Nino bukan hanya melanda negara Indonesia saja, namun hampir seluruh negara di Asia Tenggara mengalami dampak dari El Nino.
Kalaupun hanya Indonesia saja mengalami dampak musim kemarau panjang, harga beras dapat dikendalikan. Sayangnya, Thailand dan Vietnam sebagai negara langganan pemasok beras untuk Indonesia dapat dipastikan turut menjaga cadangan beras mereka agar inflasi tetap terjaga.
"Memang pemerintah melakukan importasi tetapi problemnya yang dihadapi, negara-negara lain juga belum tentu mau melepas beras mereka karena situasi yang dihadapi sama," kata dia.
Lalu, apa yang harus dilakukan pemerintah?
Tauhid berharap pemerintah agresif memenuhi kebutuhan beras cadangan pemerintah 1,2 juta ton hingga akhir tahun. Selanjutnya, pemerintah mengupayakan pemanfaatan dan pengelolaan secara maksimal atas ketersediaan air.
"Kita khawatir kalau tidak capai 1,2 juta pertengahan Juni wah harga lumayan naiknya, dan pemerintah juga harus menjaga ketersediaan airnya lumbung dan sebagainya," harap Tauhid.
(mdk/idr)