LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Konsumsi listrik RI terbesar ke-6 se-ASEAN

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Agoes Triboesono mengatakan, saat ini lndonesia menempati urutan ke-6 di kawasan ASEAN dalam hal konsumsi listrik. Dengan rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08 persen.

2017-11-30 13:42:01
ESDM
Advertisement

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Agoes Triboesono mengatakan, saat ini lndonesia menempati urutan ke-6 di kawasan ASEAN dalam hal konsumsi listrik. Dengan rasio elektrifikasi nasional sebesar 93,08 persen.

Meski demikian, ada dua wilayah yang masih belum terlistriki dengan baik, yaitu Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan rasio elektrifikasi sebesar 60 persen. Untuk itu, pemerintah tengah mengebut pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, guna mencapai target 100 persen elektrifikasi di Tanah Air.

"Pemerintah mempunyai program untuk terus mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia, karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap listrik," kata Agus dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk Pelayanan Ketenagalistrikan Indonesia di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (30/11).

Advertisement

Tak hanya Papua dan NTT, rasio elektrifikasi di Pulau Jawa pun belum 100 persen. "Dengan adanya program yang lebih mengarah ke arah Timur Indonesia, diharapkan infrastruktur ketenagalistrikan dapat meningkatkan akses ketenagalistrikan di wilayah-wilayah tertinggal," imbuhnya

Lebih lanjut, Agoes mengungkapkan sejumlah program yang tengah dikerjakan pemerintah terkait peningkatan akses listrik untuk masyarakat, khususnya di wilayah Timur Indonesia. Salah satunya adalah program 35 Mega Watt (MW).

"Kita kenal program 35 ribu MW. Kalau bicara ini, ini hanya pembangkitnya saja. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan infrastruktur untuk mengalirkan listrik itu, seperti saluran transmisi, gardu induk, saluran distribusi. Jadi tidak hanya pembangkitnya saja," pungkas Agoes.

Advertisement

Baca juga:
Pengamat: Negara maju saja masih investasi infrastruktur
Tingginya angka pengangguran di balik gencarnya Presiden Jokowi bangun infrastruktur
Menteri Basuki: Kalau pembangunan andalkan APBN, kita masih lama kejar ketertinggalan
Proyek infrastruktur Jokowi tak ampuh serap tenaga kerja
Tahun depan, Jepang bangun mega proyek bendungan Rp 3,8 T di Palembang

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.