LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Konsumsi di Pertambangan dan Perkebunan Naik, Kuota Solar Subsidi 2019 Jebol

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, kuota Solar subsidi tahun 2019 ini lebih kecil dari realisasi konsumsi tahun 2018.

2019-11-28 20:03:08
Solar
Advertisement

PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi Solar subsidi pada 2019 tembus 16 juta Kilo Liter (KL). Angka ini melebihi kuota yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 14,5 juta‎ KL.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, kuota Solar subsidi tahun 2019 ini lebih kecil dari realisasi konsumsi tahun 2018.

"Jika kita lihat angka realisasi 2017 itu 14 juta KL, di 2018 meningkat 7,2 persen jadi 15,36 juta KL. Kuota yang diberikan tahun ini jika dilihat lebih kecil dari realisasi 2018," kata Nicke saat rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Advertisement

Menurut Nicke,‎ dengan melihat tren pertumbuhan konsumsi yang meningkat, ‎kuota Solar subsidi 14,5 juta KL hanya akan cukup hingga akhir November. Pertamina pun memprediksi hingga akhir tahun konsumsi solar subsidi mencapai 16 juta KL.

"Dengan demikian ini angka yang akan kami jadikan dasar penyaluran bio solar di 2019 yaitu angkanya 16 juta KL," tuturnya.

Advertisement

Peningkatan Konsumsi di Daerah Pertambangan

Nicke mengungkapkan, peningkatan konsumsi solar subsidi terjadi di daerah pertambangan dan perkebunan. Selain itu, juga disebabkan pengoperasian jalan tol baru Trans Jawa dan Sumatera.

Dia mengakui, sebelum adanya penambahan kuota dari pemerintah sempat terjadi kelangkaan solar di sejumlah daerah, sebab Pertamina mengalami kekurangan solar subsidi. Namun, pemerintah pun telah mendapat persetujuan pemerintah untuk menambah kuota solar sehingga kelangkaan dapat teratasi.

"Sehingga ini kami sekarang bekerja dengan batasan kuota sekitar 16 juta di tahun ini dan kelangkaan di beberapa daerah dapat kami antisipasi," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.