Konsumen Indonesia lebih pilih produk murah ketimbang halal
Meskipun penduduk Indonesia mayoritas muslim, namun produk di pasaran yang memiliki sertifikat halal baru 20 persen.
Meskipun penduduk Indonesia mayoritas muslim, namun produk di pasaran yang memiliki sertifikat halal baru mencapai 20 persen. Jauh di bawah Malaysia yang sudah mencapai 90 persen
Badan Standardisasi Nasional (BSN) melihat tuntuan masyarakat Indonesia akan sertifikasi halal masih rendah. Dalam membeli sebuah produk, masyarakat masih lebih yang murah ketimbang halal.
"Jadi itu karena konsumen itu sendiri, kalau konsumen menyadari maka dia menuntut (ada label halal). Sekarang orang masih cari diskon," kata Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN Suprapto, di Jakarta, Kamis (6/3).
Kondisi tersebut, lanjut Suprapto, membuat produsen abai mengurus sertifikat halal produknya. Ditambah, pemerintah tidak mewajibkan setiap produk yang dipasarkan di Indonesia untuk disertifikasi halal.
Berbeda dengan Malaysia yang sudah mewajibkan. "Sertifikasi halal tidak diwajibkan, sehingga tidak ada yang harus dipenuhi produsen. Berbeda dengan helm yang wajib SNI."
(mdk/yud)