Konsultan: Permintaan Ruang Kantor Dari Perusahaan Berbasis Teknologi Cukup Tinggi
Head of Research JLL, James Taylor mengatakan, dari total luas penyerapan ruang perkantoran tahun 2018 yang mencapai 189.000 meter persegi, penyerapan ruang perkantoran untuk coworking space dan perusahaan berbasis teknologi mencapai 33 persen.
Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat bahwa permintaan ruang kerja untuk coworking space dan perusahaan berbasis teknologi di kawasan CBD (Center Business District) cukup tinggi sepanjang 2018.
Head of Research JLL, James Taylor mengatakan, dari total luas penyerapan ruang perkantoran tahun 2018 yang mencapai 189.000 meter persegi, penyerapan ruang perkantoran untuk coworking space dan perusahaan berbasis teknologi mencapai 33 persen.
"Sebagai sektor yang sedang berkembang saat ini, terdapat 120.000 meter persegi ruang perkantoran di CBD yang dioperasikan sebagai service office dan coworking space," kata dia, di Jakarta, Rabu (13/2).
Bahkan, sejak semester II 2018, pengelola coworking baik lokal maupun asing sudah mulai masuk ke lokasi perkantoran Grade A. Sebelumnya pengelola coworking lokal menempati gedung perkantoran Grade B dan C.
"Sejak semester dua tahun 2018, kami melihat bahwa coworking space yang dioperasikan baik oleh grup internasional dan lokal sangat aktif di grade A," jelas dia.
Namun, meskipun permintaan cukup tinggi, sayangnya tingkat okupansi gedung perkantoran pada tahun lalu hanya mencapai 78 persen.
Hal ini disebabkan banyaknya pasokan bangunan perkantoran yang selesai dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Tingkat okupansi gedung perkantoran di kawasan CBD, kata dia, masih akan tertekan hingga tahun 2020.
"Permintaannya tetap tinggi, namun dengan banyaknya pasokan bangunan yang selesai dibangun dalam beberapa tahun terakhir, maka tingkat hunian akan tertekan di angka 78 persen untuk rata-rata daerah CBD," ungkap James.
"Kemudian mengalami kenaikan di tahun 2021, untuk harga sewa, grade A mengalami penurunan sebesar 1,3 persen masih di 2019 dan stabil meningkat di tahun setelahnya," tandasnya.
Baca juga:
Pollux Gandeng CNQC Bangun Proyek Gangnam Distrik Senilai Rp 2 Triliun
60 Persen Bangunan di Jakarta Ditargetkan Sudah Ramah Lingkungan di 2030
Jasamarga Properti Gelontorkan Rp 1,2 Triliun Bangun 31 Rest Area
Untung Masyarakat dan Pengembang Terapkan Konsep Hunian Ramah Lingkungan
Kurangi 'Nongkrong' di Cafe, Milenial Bisa Cicil Apartemen Ini
Cicilsewa Tawarkan Solusi Pembayaran Sewa Properti