LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Konsultan: 70 Persen Mal Akan Berada di Daerah Penyanggah Jakarta

Menurut Ferry Salanto, saat ini pasokan ritel di Jabodetabek masih tetap tumbuh subur di sekitar wilayah ibu kota karena mal dinilai masih sebagai sarana ampuh untuk rekreasi.

2019-10-09 16:55:14
Bisnis Ritel dan Waralaba
Advertisement

Konsultan properti Colliers International menyebut bahwa pertumbuhan mal atau pusat perbelanjaan ritel masih berlangsung secara dinamis selama beberapa tahun ke depan. Perusahaan memperkirakan 70 persen mal akan berada di kawasan penunjang Jakarta.

"Total pasok ritel (di Jabodetabek) yang akan beroperasi di 2019-2023 adalah sebanyak 1,2 juta meter persegi, 70 persen akan berada di wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)," kata Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/10).

Menurut Ferry Salanto, saat ini pasokan ritel di Jabodetabek masih tetap tumbuh subur di sekitar wilayah ibu kota karena mal dinilai masih sebagai sarana ampuh untuk rekreasi.

Advertisement

Selain itu, pertumbuhan infrastruktur dan pembangunan rumah tinggal yang sedang giat dilakukan juga bakal menyebabkan pengembang semakin giat memperluas portofolio mereka ke wilayah Bodetabek.

Ke depannya, Colliers memperkirakan bahwa proyeksi tingkat hunian masih stabil di atas 70 persen, hal itu karena adanya komitmen awal penyewa yang membuat proyeksi tingkat hunian terjaga hingga tiga tahun mendatang.

Namun, proyeksi tersebut juga diperkirakan bisa menurun akibat tambahan pasokan pusat perbelanjaan yang besar di kawasan Jabodetabek. "Pemilik mal akan berpikir untuk menaikkan tarif sewa sejalan dengan proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Advertisement

Dia juga berpendapat bahwa pemilik mal juga akan berhati-hati dalam menetapkan biaya operasional karena proyeksi inflasi pada umumnya akan menjadi dasar bagi pemilik mal untuk menetapkan biaya operasional di masa depan.

Pertumbuhan Properti Stagnan 3 Persen

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti Hendro S Gondokusumo mengatakan bahwa pertumbuhan sektor properti diperkirakan akan stagnan di level 3 persen sampai 3,8 persen pada tahun ini hingga 2020.

"Laju pertumbuhan akan stagnan pada kisaran 3 persen sampai 3,8 persen tahun depan," katanya saat ditemui di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (18/9).

Hendro menuturkan meskipun pemerintah telah banyak memberikan insentif agar sektor ini bisa tumbuh lebih tinggi, namun dalam mencetak pertumbuhan tersebut memerlukan waktu untuk masa transmisi dari penerapan aturan, pembangunan, dan penjualan properti.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.