Konflik Rusia Vs Ukraina Berdampak Kecil Terhadap Sektor Investasi Indonesia
Ini karena kedua negara di Eropa tersebut bukan termasuk investor utama ke Indonesia. Sehingga, ketegangan antar kedua negara tersebut akan berdampak kecil terhadap sektor investasi.
Kepala Center of Macroenomics and Finance Indef, Rizal Taufikurahman memproyeksikan, sektor investasi di Indonesia tetap tumbuh positif di kuartal I-2022 meski terjadi Konflik Rusia vs Ukraina.
Menurutnya, ini karena kedua negara di Eropa tersebut bukan termasuk investor utama ke Indonesia. Sehingga, ketegangan antar kedua negara tersebut akan berdampak kecil terhadap sektor investasi.
"Bagaimana kinerja investasi? Kalau dilihat (proyeksi) Indonesia positif tidak negatif dibanding dengan beberapa negara lain," ujarnya dalam Diskusi Publik Indef, Rabu (2/3).
Terlebih, kata Rizal, saat ini geliat aktivitas pembangunan sejumlah proyek tetap berlanjut. Sehingga, sektor investasi domestik diperkirakan tetap seksi.
"Artinya investor masih tergerak untuk berinvestasi di Indonesia," bebernya.
Meski begitu, Indef memperkirakan jika konflik antara Rusia dan Ukraina terus berkepanjangan akan berdampak buruk bagi ekonomi global atas kenaikan sejumlah komoditas. Hal ini karena terganggunya stabilitas politik dan perekonomian dunia.
"Kita lihat harga minyak kita akan terus naik. Apalagi setelah perang akan naik. Dan ini sudah mulai di rasakan dari sisi harga," tutupnya.
Baca juga:
Forum Perdagangan, Industri dan Investasi G20 Digelar Perdana di Kota Solo
Intip Peran OJK Melawan Penawaran Investasi Ilegal
Terdakwa Investasi Bodong di Pekanbaru Menangis Dituntut 12 Tahun Penjara
Perluas Layanan, AirAsia Luncurkan E-commerce untuk Kredit Hingga Asuransi
Marak Influencer Investasi, BEI Tekankan Pentingnya Investor Cerdas dengan 3P
Investasi di Luar Jawa Lebih Tinggi, Menteri Bahlil Nilai Infrastruktur jadi Kunci