Komisi XI DPR Sebut Pembebasan Pajak Mobil Berdampak Luas ke Industri Lain
Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dito Ganinduto mengaku, optimistis penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor akan mendongkrak sektor industri otomotif. Seperti diketahui, industri otomotif tengah lesu akibat kondisi pandemi Covid-19.
Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dito Ganinduto mengaku, optimistis penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor akan mendongkrak sektor industri otomotif. Seperti diketahui, industri otomotif tengah lesu akibat kondisi pandemi Covid-19.
"Saya optimis melalui relaksasi kebijakan ini mendukung pemulihan dari sisi produksi dan penjualan industri otomotif yang berdampak luas pada sektor industri lainnya," kata Dito kepada merdeka.com, Jumat (12/2).
Dia menyebut, industri otomotif memiliki keterkaitan dengan industri pendukung lainnya. Di mana industri bahan baku berkontribusi sekitar 59 persen dalam industri otomotif.
"Kebijakan relaksasi ini mendorong tumbuhnya industri komponen dan industri pendukung di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan bahan baku dan komponen impor pada industri otomotif dan permesinan serta meningkatkan daya saing industri nasional," jelasnya.
Dia menambahkan, pengaruhnya kebijakan ini terhadap keseluruhan ekonomi dari sisi produksi akan mencapai 81.752 unit. Dan diproyeksikan dapat menyumbangkan penerimaan negara sebesar Rp1,62 triliun. Di sisi lain, industri pendukung otomotif menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi terhadap PDB Rp700 triliun.
Ketentuan Insentif Pajak Mobil
Pemerintah resmi memberikan insentif fiskal berupa Penurunan Tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak industri manufaktur yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Sektor manufaktur sendiri memberikan kontribusi kepada PDB sebesar 19,88 persen.
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc
Relaksasi PPnBM, menurutnya, dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian. "Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini," kata dia dalam pernyataanya, Jumat (12/2).
Apalagi stimulus khusus juga diberikan di sejumlah negara lain di dunia untuk industri otomotif selama pandemi. Beberapa di antaranya adalah pengurangan pajak penjualan sebesar 100 persen untuk CKD (mobil yang dirakit di dalam negeri) dan potongan hingga 50 persen untuk CBU (mobil yang dirakit di negara asalnya) yang dilakukan oleh Malaysia.
(mdk/bim)