LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

KKP pastikan KJA tak akan saingi keramba terapung milik swasta

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto‎ mengatakan keramba jaring apung (KJA) lepas pantai (offshore) tidak akan menyaingi keramba terapung yang sudah dikelola oleh swasta.

2018-04-27 16:02:25
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Advertisement

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto‎ mengatakan, pemerintah berupaya memberikan contoh kepada masyarakat untuk melakukan budidaya perikanan laut melalui keramba jaring apung (KJA) lepas pantai (offshore).

Dengan adanya KJA ini, dia meminta agar pengusaha tidak khawatir. Sebab, pembuatan KJA tidak akan menyaingi keramba terapung yang sudah dikelola oleh swasta.

"Usaha itu tidak saingi pengusaha, kita dorong dengan percontohan industri yang pro rakyat untuk tujuan sustainable," kata Slamet, di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (27/4).

Advertisement

Slamet menambahkan, dalam pembangunan pengoperasian KJA Offshore, KKP memanfaatkan tenaga kerja lokal sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, penyediaan pakan ikan budidaya diserahkan ke Koperasi masyarakat, dengan begitu proyek tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja tidak langsung.

‎"KJA dengan melibatkan masyarakat, industri aqua culture industri yang melibatkan masyarakat. Paling tidak kita melibatkan 240 orang karena cukup besar‎," ungkapknya.

Menurut Slamet, jenis ikan yang dibudidayakan pada KJA Offshore adalah kakap putih, dengan benih unggul yang sudah melalui proses seleksi. Sedangkan induk benih didatangkan dari Australia kemudian disebar pada balai pengembangbiakan di Batam, Lampung dan Situbondo.

Advertisement

"Pasar terbuka Australia, Eropa, Jepang Timur Tengah. Karena bekerja sama dengan BUMN ini yang akan memasarkan,mereka sounding akan ada pasokan," imbuhnya.

Dalam satu unit terdapat delapan lubang keramba, dalam setahun diperkirakan menghasilkan 800 ton ikan. Rencananya, ikan yang dipanen akan dijual ke luar negeri oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini perusahaan tersebut sedang mencari pasar.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi harap keramba jaring apung beri nilai tambah sektor perikanan RI
Menteri Susi bantah hambat ekspor ikan Indonesia ke Uni Eropa
Menteri Susi terima 150 aduan masyarakat dalam sehari
Susinisasi, jurus Menteri Susi hemat anggaran belanja
Cerita Mashuri, ABK kapal STS-15 yang tak digaji agen penyalur

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.