LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kisah Sukses Mantan Pemain Poker Jadi Orang Kaya Dunia Berkat Bisnis Logistik

Alumni Universitas Stanford ini membangun Lalamove menjadi raksasa logistik dan pengiriman berbasis di Hong Kong. Bisnisnya ini didukung oleh perusahaan seperti Sequoia China milik Neil Shen dan Hillhouse Capital milik Lei Zhang.

2023-03-30 10:33:20
Orang kaya dan kaya
Advertisement

Mantan pemain poker profesional, Chow Shing Yuk kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Namun dia mendapatkan kekayaannya bukan dari keahliannya bermain poker, melainkan berkat bisnis logistik yang digarapnya, Lalamove.

Alumni Universitas Stanford ini membangun Lalamove menjadi raksasa logistik dan pengiriman berbasis di Hong Kong. Bisnisnya ini didukung oleh perusahaan seperti Sequoia China milik Neil Shen dan Hillhouse Capital milik Lei Zhang.

Dilansir dari laman Forbes, beberapa waktu lalu perusahaan Chow mengajukan penawaran umum perdana atau IPO di Hong Kong. Perusahaan bernama resmi Lalatech Holdings ini mengungkapkan dia memiliki 25 persen saham melalui perwalian keluarga.

Advertisement

Berdasarkan saham Chow dan hasil penjualan saham sebelumnya, Forbes memperkirakan, kekayaan bersihnya mencapai USD 2,2 miliar atau setara Rp33,13 triliun. Banyaknya harta tersebut membuatnya menjadi miliuner startup yang langka di Hong Kong.

Permohonan raksasa logistik untuk mendaftar di Hong Kong datang hampir dua tahun setelah dilaporkan mengajukan secara rahasia. Perusahaan Chow berhasil mengumpulkan setidaknya USD 1 miliar saat melantai di bursa Amerika Serikat.

Advertisement

Didirikan Tahun 2013

Selain Sequoia China dan Hillhouse, investor Lalatech lainnya yakni FWD Group milik Richard Li, C Capital milik taipan real estate Adrian Cheng, dan Gaw Capital Partners milik Goodwin Gaw.

Chow, yang menjabat sebagai ketua dan CEO, ikut mendirikan Lalatech pada 2013 untuk mendigitalkan layanan pemesanan dan pelacakan kargo, yang secara tradisional dilakukan melalui pusat panggilan. Lalatech beroperasi di bawah merek Lalamove di Hong Kong dan Asia Tenggara, dan sebagai Huolala di Cina daratan.

Lalatech berhasil mempersempit kerugian bersihnya sekitar 96 persen (yoy) menjadi USD 93 juta pada tahun 2022. Selama periode yang sama, pendapatan perusahaan melonjak 23 persen menjadi sekitar USD 1 miliar, dengan bisnis China daratan menyumbang lebih dari 90 persen penjualannya.

Hidup di Rumah Kayu dan Dapat Beasiswa

Lalatech mengaitkan pertumbuhannya yang stabil dengan jaringan luas pedagang dan operator yang telah dibangunnya selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan melayani sekitar 11 juta rata-rata pedagang aktif bulanan di lebih dari 400 kota di Asia dan Amerika Latin pada tahun 2022, dan terhubung dengan rata-rata 1 juta operator aktif bulanan. Jaringan ini memungkinkan Lalatech menghasilkan lebih banyak pendapatan dari biaya keanggotaan dan komisi yang dibayarkan oleh operator. 

Chow, yang lahir di China daratan dan dibesarkan di sebuah rumah kayu bobrok di Hong Kong, mendapatkan beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat setelah mendapat nilai A langsung dalam ujian publik kota itu. Setelah mendapatkan gelar sarjananya dari Stanford, Chow memulai karirnya sebagai konsultan di Bain & Co. di Hong Kong.

Chow mengaku mendapatkan gelar master di bidang ekonomi dari  University of Hong Kong, di mana dia memperoleh gelar master di bidang ekonomi. 

Setelah menghabiskan sebagian besar jam kerjanya bermain poker Texas Hold ’em online, Chow memutuskan untuk beralih jalur ke poker profesional. Perubahan karir yang tidak biasa ini terbukti benar karena Chow mengakumulasi kemenangan sebesar HK$30 juta (USD 3,8 juta) dalam kurun waktu delapan tahun. 

Pada 2013, Chow menggunakan pot emas pertamanya untuk memulai Lalatech (yang pada saat itu disebut EasyVan) dengan salah satu pendiri Gary Hui dan Matthew Tam setelah frustrasi menggunakan pusat panggilan untuk memesan layanan pengiriman. Dalam wawancara Chinese University of Hong Kong, Chow mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan Lalatech kata ganti untuk ‘pengiriman’ dalam kamus.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.