LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kisah Sukses Alakh Pandey, DO dari Kampus Kini Sukses Jadi Miliarder Usia 33 Tahun

Selain menyediakan kelas online, mereka juga punya jaringan pusat belajar offline, dan mengklaim telah menjangkau 98 persen wilayah pos di India.

2025-11-20 14:04:20
orang kaya
Advertisement

Perusahaan pendidikan daring, Physicswallah tampil gemilang saat melantai di bursa pada Selasa lalu, dan langsung melahirkan dua miliarder baru di India. Pendiri sekaligus CEO-nya, Alakh Pandey, kini menjadi miliarder termuda di negara itu pada usia 33 tahun. Rekan bisnisnya, Prateek Boob (37), yang duduk di jajaran direksi, juga ikut masuk daftar bergengsi tersebut.

Berbasis di Noida, Physicswallah menawarkan kursus sekolah serta program persiapan ujian masuk perguruan tinggi teknik dan kedokteran. Saham perusahaan ini dibuka dengan premi 42 persen dari harga IPO, sebuah awal yang cukup impresif.

Selain menyediakan kelas online, mereka juga punya jaringan pusat belajar offline, dan mengklaim telah menjangkau 98 persen wilayah pos di India lewat hampir 10 juta pengguna berbayar. Dari IPO, mereka mengumpulkan USD 390 juta yang akan dipakai untuk memperluas jaringan pusat belajar, memperkuat teknologi dan pemasaran, serta mendukung rencana akuisisi berikutnya.

Advertisement

Hingga Juni, Physicswallah mengelola lebih dari 200 kanal YouTube aktif dengan total hampir 100 juta pelanggan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini cukup agresif melakukan akuisisi. Tahun 2022, mereka membeli startup persiapan ujian Knowledge Planet di UEA.

Setahun setelahnya, mereka mengakuisisi 50 persen saham platform belajar Xylem Learning asal Kerala senilai 5 miliar rupee (USD 60 juta). Tahun ini, mereka kembali membeli 40 persen saham perusahaan persiapan ujian komisi layanan publik India.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan juga melesat dari 7,4 miliar rupee pada tahun fiskal 2023 menjadi hampir 29 miliar rupee pada 2025. Namun, kerugiannya turut meningkat menjadi 2,4 miliar rupee. Meski demikian, analis menilai hal itu masih wajar.

Advertisement

Menurut pengusaha serial K. Ganesh, pendiri TutorVista, strategi Physicswallah dan miliarder tersebut justru berbeda dari pola khas startup edtech: "Mereka menempatkan kualitas pengajaran sebagai prioritas utama, baru kemudian distribusi dan modal. Itu kebalikan dari pendekatan bakar uang yang biasanya dilakukan pemain lain,” ujarnya.

Physicswallah Berdiri Tahun 2020

Physicswallah sendiri baru berdiri pada 2020 sebagai layanan bimbingan untuk ujian masuk teknik dan kedokteran. Akarnya berasal dari kanal YouTube 'Physics Wallah–Alakh Pandey' yang dibuat Pandey, sebelum ia bergabung dengan Boob, pemilik aplikasi e-learning PenPencil. Keduanya memiliki visi yang sama: menghadirkan pendidikan berkualitas dengan harga terjangkau.

Dua putaran pendanaan. tahun 2022 sebesar 9 miliar rupee dan 2024 sebesar 18,6 miliar rupee berhasil menarik investor top dari Amerika Serikat seperti WestBridge Capital dan Lightspeed Venture Partners. Pandey, yang sempat drop out atau keluar dari kampus teknik pada tahun ketiga, memulai kanal YouTube-nya pada 2014 dengan memberikan kelas fisika gratis. Kini, kanal tersebut sudah memiliki hampir 14 juta pelanggan.

Pandey dibesarkan di kota kecil Prayagraj, Uttar Pradesh, dan sudah mulai mengajar sejak kelas 8. memberikan les privat kepada adik kelasnya. Ia dikenal kreatif dalam mengajar, memanfaatkan meme, lelucon, hingga tato sebagai 'alat peraga', yang membuatnya punya penggemar setia. Ia bahkan kerap memamerkan tato-tatonya, dari wajah Albert Einstein hingga simbol Pi.

Sementara itu, Boob—yang mengarahkan inisiatif strategis dan inovasi perusahaan merupakan lulusan teknik mesin dari institusi ternama IIT–BHU.

Kepopuleran Tutor Tak Menjamin Kesuksesan Bisnis

Namun, kepopuleran seorang tutor saja tidak selalu menjamin kesuksesan bisnis. Kasus Byju Raveendran, mantan miliarder edtech, menjadi pengingat. Aplikasi Byju’s sempat meroket berkat metode pengajarannya yang unik, tetapi tumbuh terlalu cepat dan kini tengah menjalani proses penjualan aset yang diawasi pengadilan.

Sektor pendidikan India memang memiliki banyak contoh perusahaan edtech yang pernah diagung-agungkan namun akhirnya runtuh seperti Educomp, Everonn, Edserv Softsystems, dan Core Education & Technologies. Everonn bahkan sempat mencatat IPO yang oversubscribed 145 kali pada 2007, sebelum akhirnya tumbang karena beban utang ekspansi.

Pada gelombang berikutnya, Byju’s dan Unacademy sempat menikmati valuasi tinggi. Byju’s mencapai puncak USD 22 miliar pada 2022 sebelum terpuruk tajam, sementara Unacademy kini dilaporkan hanya bernilai sepersepuluh dari valuasi puncaknya USD 3,4 miliar dolar pada 2021. 

Meski demikian, sejumlah analis menilai Physicswallah berada di jalur yang lebih sehat. "Pertumbuhan mereka dan strategi para pendirinya yang cukup terukur membuat saya optimistis bahwa valuasi mereka realistis, bukan sekadar euforia,” ujar Ganesh Natarajan, ketua 5F World, perusahaan konsultasi dan investasi digital. 

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.