Kini koperasi simpan pinjam bisa salurkan KUR
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meresmikan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertama kalinya. Peresmian ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai koperasi pertama penyalur KUR kepada Ketua Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid.
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meresmikan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertama kalinya. Peresmian ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai koperasi pertama penyalur KUR kepada Ketua Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid.
"Kospin Jasa merupakan inspirasi bagi Indonesia karena telah ikut mewujudkan pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada artinya jika hanya menimbulkan kesenjangan yang semakin besar," tegas Puspayoga melalui keterangan tertulis, Pekalongan, Minggu (18/12).
Kospin Jasa yang berdiri sejak 1973 memiliki aset sebesar Rp 5,8 triliun. Simpanan anggota Rp 5,3 triliun, pinjaman mencapai Rp 3,8 triliun dan SHU hingga Rp 42 miliar. Anggota Kospin Jasa tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah 13.000 orang.
"Hingga November 2016 sudah ada 32 koperasi yang mengajukan diri sebagai penyalur KUR. Dan sampai saat ini masih dalam tahap verifikasi," imbuhnya.
Direktur Utama Fastabiq Khoiro Ummah, Muhammad Ridwan mengatakan siap menjadi koperasi penyalur KUR syariah sebab telah memenuhi semua syarat sebagai penyalur KUR.
Fastabiq sendiri secara infrastruktur teknologi sudah terkoneksi antar semua kantor cabang dan kantor kas. Selain itu sudah mendapat penilaian sehat dari Kementerian Koperasi dan UKM.
"Kami siap menjadi koperasi penyalur KUR syariah, semua persyaratan kami yakin bisa memenuhinya," kata Ridwan.
Baca juga:
Tekan impor beras, Kemenkop UKM kembangkan koperasi ketahanan pangan
Bos Bappenas kritik Kemenkop cuma rajin cetak pengusaha UKM
Reformasi koperasi belum terselesaikan di 2 tahun Jokowi-JK
Ahok ubah pemberian bantuan ke UMKM, tak lagi melalui koperasi
Kemenkop hapus 61.912 unit koperasi tidak aktif dari database
Akses perbankan terbatas, penyerapan KUR di sektor pertanian rendah
Penyaluran KUR tembus Rp 73,9 triliun per 10 Oktober