LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kilang terapung bikin industri maritim Indonesia bangkit

Ini sesuai dengan misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

2015-11-03 22:45:11
Migas
Advertisement

Pembangunan kilang LNG Terapung atau Floating LNG dalam proyek Blok Masela, Papua dapat menjadi katalisator kebangkitan industri maritim Indonesia. Ini sesuai dengan misi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Unit-unit topside atau isi kapal LNG yang harus dikerjakan dan dipasang di doc-doc dalam negeri itu. Dengan begitu, industri maritim nasional dalam negeri bisa bangkit.

"Isi kapal itu bisa dipasang di dok Karimun, Batam, Surabaya, atau tempat lainnya di dalam negeri. Karena itu, paling tidak Indonesia akan menjadi hub-industri maritim di Asia Tenggara," ujar Staf Ahli Dirut Pertamina Aussie Gautama di‎ Jakarta, Selasa (3/11).

Advertisement

Aussie menegaskan sekarang doc-doc kapal dalam negeri sudah mulai harus berbenah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas agar bisa mengambil peran dalam pengerjaan kapal LNG terapung tersebut.

Dia menjelaskan pusat logistik (Logistic Supply Base/LSB) untuk menunjang kegiatan operasi FLNG bakal dibangun di Pulau Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Di sana bisa dibangun pelabuhan, hotel-hotel, sistem transportasi, jasa penunjang operasi, dan pusat pelatihan tenaga kerja.

"Karena itu saya heran, katanya kita mau membangun negara maritim yang hebat, tetapi mengapa justru disuruh membangun LNG di darat," pungkas dia.

Advertisement

INPEX corporation, Jepang, selaku operator blok Masela berencana mengembangkan dan memproduksi gas dari lapangan Abadi melalui kilang LNG terapung (Floating LNG) berkapasitas 7,5 mtpa (juta ton per tahun).

Sesuai revisi PoD pertama lapangan Abadi, blok Masela, yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh Kementerian ESDM, disebutkan biaya investasi untuk mengembangkan lapangan gas tersebut sebesar USD 14,8 milyar. Sementara Final Investment Decisions (FID), atau keputusan final besaran investasi Kilang LNG terbesar di dunia itu baru akan diputuskan pada tahun 2018. FLNG Abadi, blok Masela diprediksi mulai berproduksi pada tahun 2024, dengan tingkat produksi gas sebesar 1.200 mmscfd (juta kaki kubik per hari), dan kondensat sebesar 24.000 bpd (barrel per hari).

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.