Khawatir pasokan melimpah, harga minyak dunia terus merosot
Minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 68 sen menjadi menetap di USD 44,66 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak dunia kembali turun untuk sesi kelima berturut-turut pada Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas hitam turun setelah kenaikan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS memperdalam kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan global.
Dalam laporan Badan Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah AS melonjak 14,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Oktober. Angka ini kenaikan mingguan terbesar pada catatan, berdasarkan pada data EIA kembali ke 1982.
Para analis percaya bahwa kenaikan mingguan besar dalam pasokan minyak mentah itu kemungkinan terkait dengan transportasi minyak dan penundaan-penundaan yang dilaporkan karena angin topan dan badai tropis bulan lalu.
Sementara itu, para pedagang tetap skeptis tentang rencana kesepakatan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membatasi produksi mereka.
Anggota OPEC mengumumkan rencana pada akhir September di Algiers untuk memangkas produksinya turun ke target yang ditetapkan tidak lebih dari 33 juta barel per hari, tetapi juga mengatakan tidak mengharapkan rencana itu berlaku sampai pertemuan di Wina pada 30 November.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 68 sen menjadi menetap di USD 44,66 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, turun 51 sen menjadi ditutup pada USD 46,35 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Pertamina EP gandeng Sarana GSS garap sumur minyak bekas Belanda
Arcandra soal revisi UU Migas: Kita tak ingin ada judicial review
Wamen Arcandra curhat harus banyak tabah semenjak jadi birokrat
Harga minyak dunia turun di tengah kekhawatiran kesepakatan OPEC
ESDM lelang 3 WK migas secara online