LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ketua BPK: Harga elpiji 12 Kg memang harus naik

Dari audit yang dilakukan BPK, Pertamina selalu merugi dalam bisnis elpiji 12 Kg.

2014-01-06 16:12:41
BPK
Advertisement

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Purnomo, menegaskan harga elpiji 12 Kg memang selaiknya harus naik. Dari audit yang dilakukan pihaknya, Pertamina selalu merugi dalam bisnis elpiji 12 Kg. Hadi mengakui, kenaikan elpiji tahun ini berdasarkan keputusan BPK.

"Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji 12 kg dan 50 kg dari Januari 2011 sampai Oktober 2012 sebesar Rp 7,7 triliun," ucap Hadi ketika ditemui di Gedung BPK, Jakarta, Senin (6/1).

Hasil audit laporan keuangan, lanjutnya, menemukan kerugian tersebut yang diklaim bukan kerugian negara melainkan kerugian perusahaan. Dari temuan tersebut, BPK merekomendasikan Pertamina agar menaikkan harga elpiji.

Advertisement

Namun, dalam menaikkan harga elpiji 12 Kg, BPK meminta Pertamina memperhatikan 4 hal diantaranya harga patokan elpiji, kemampuan daya beli konsumen dalam negeri, kesinambungan penyediaan dan pendistribusian, serta melaporkan kenaikan harga elpiji 12 Kg kepada Menteri ESDM Jero Wacik.

"Menaikkan harga tabung elpiji 12 Kg sesuai biaya perolehan untuk mengurangi kerugian Pertamina dengan empat pertimbangan. Besarnya harga kenaikan elpiji 12 Kg sepenuhnya merupakan keputusan PT Pertamina," tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan kesal harga jual elpiji 12 Kilogram (Kg) tidak sesuai harga keekonomian. Pasalnya, Pertamina harus menanggung rugi akibat bisnis ini yang pada akhirnya mengurangi sumbangan pemasukan ke negara.

Advertisement

Padahal, konsumen elpiji 12 Kg adalah masyarakat golongan ekonomi mampu. Pemerintah telah menyediakan elpiji bersubsidi 3 Kg untuk masyarakat ekonomi bawah.

"Pemerintah masa kasih uang ke korporasi. Kan yang ditanggung pemerintah adalah elpiji yang disubsidi. Kalau semuanya disubsidi masa restoran-restoran yang besar disubsidi juga. Ngapain saya naikin BBM kemarin," ucap Menteri Keuangan, Chatib Basri, saat ditemui di kantornya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.