LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kesepakatan tiga negara soal karet

Tiga negara sepakat melakukan peremajaan pohon karet dan mengurangi volume ekspor.

2012-08-23 12:38:26
ekspor impor
Advertisement

Thailand, Indonesia dan Malaysia telah menandatangani perjanjian dan kesepakatan untuk menyikapi tren menurunnya harga komoditas karet dunia. Tiga negara pengekspor karet alam terbesar dunia sepakat melakukan pengurangan ekspor dan peremajaan kembali pohon karet untuk mengatasi turunnya harga karet di pasar internasional.

"Dengan kesepakatan ini Thailand akan meremajakan kembali (re-planting) lahan karetnya sebanyak 80.000 hektar, Indonesia 50.000 hektar, dan Malaysia 30.000 hektar," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir kepada merdeka.com Kamis (23/8).

Peremajaan kembali lahan karet akan dilakukan di seluruh lahan pohon karet yang umurnya sudah tua di seluruh Indonesia. Semisal di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat.

Advertisement

"Dengan peremajaan ini volume ekspor akan terkurangi dan akan tumbuh kembali dalam 5 tahun," tambahnya.

Selain melakukan peremajaan kembali, langkah yang juga akan dilakukan adalah mengurangi hari penyadapan karet. "Kita juga akan turunkan volume ekspor dengan mengurangi hari sadap menjadi 2 hari sekali, sebelumnya bisa sehari 2 kali," jelasnya.

Penurunan ekspor sebesar 10 persen di tiga negara. Artinya sebanyak 300.000 ton untuk ketiga negara. Jadi, rata-rata 100.000 an ton per negara dengan catatan rata-rata produksinya 1 jutaan ton.

Advertisement

Skema kesepakatan ini, kata dia, sesuai dengan pembagian volume ekspor ketiga negara selama ini. Thailand saat ini menjadi pengekspor terbesar yaitu 3,1 juta ton per tahun, Indonesia 2,9 juta ton, dan Malaysia 900.000 ton.

"Jadi pengurangan ekspornya juga pembagiannya 3:2:1. Thailand mengurangi 160.000 ton, Indonesia 150.000 ton, dan Malaysia 45.000 ton," papar Asril.

Harga karet alam dunia saat ini ada di kisaran USD 2,5 per kilogram. Dengan langkah kesepakatan ini diharapkan harga bisa mencapai USD 3-4 per kilogram.

(mdk/oer)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.