Kesedihan Warga Qatar Rindu Kemeriahan Piala Dunia 2022
Lorong-lorong Souq Waqif, di Doha yang sempat dipadati pendukung tim nasional Brasil, Argentina, Maroko, dan puluhan negara lainnya, kini kembali sunyi.
Piala Dunia 2022 di Qatar baru berakhir dalam hitungan hari. Namun, warga Qatar kini sudah rindu dengan gegap gempita piala dunia tersebut. Lorong-lorong Souq Waqif, di Doha yang sempat dipadati pendukung tim nasional Brasil, Argentina, Maroko, dan puluhan negara lainnya, kini kembali sunyi.
"Saya merasakan kesedihan yang luar biasa ketika saya masuk kerja pagi ini dan melihat tempat ini begitu kosong,” kata Ahmed Salam, seorang penjaga toko di sebuah toko pakaian di Souq, mengutip Al Jazeera, Kamis (22/12).
Pria asal India itu bercerita, dia hampir tidak punya waktu istirahat selama piala dunia berlangsung. Namun, justru itu yang didambakan Ahmed, piala dunia membawa semangat lebih bagi Qatar.
Dia bahkan berharap Qatar dapat menjadi tuan rumah setiap tahunnya untuk agenda kejuaraan sepak bola seperti Piala Dunia.
Sama seperti Ahmed, warga Qatar yang berkebangsaan Inggris, Mimi Muhammed, bahkan merasa ‘kewalahan’ dengan kemeriahan Piala Dunia 2022. Dia merasa betapa beruntungnya penduduk Qatar menjadi bagian pertandingan sepak bola terbesar yang ada di dunia.
"Benar-benar sangat menginspirasi," ucap Mimi
Pria berkebangsaan Yunani yang bekerja sebagai manajer restoran di Doha, Zoi Zygelopoulou mengatakan banyak orang-orang meragukan bagaimana negara Qatar menjadi tuan rumah yang baik untuk ajang dengan jumlah penonton fantastis.
Jelang pembukaan piala dunia, sentimen negatif semakin tinggi saat media barat justru mengangkat isu-isu yang merugikan Qatar sebagai tuan rumah. Seiring berjalannya waktu, justru apa yang digambarkan media barat tidak mempengaruhi turis yang berdatangan ke Qatar.
Jadi Salah Satu Piala Dunia Terbaik
"Mereka (turis) mengatakan kepada saya bahwa ini merupakan salah satu Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Sebelum datang ke sini, mereka tidak tahu banyak tentang Qatar, mereka juga cukup takut datang ke sini karena pemberitaan di media, tapi ketika mereka datang ke sini mereka sangat senang," ujar Zoi.
Qatar diperkirakan menerima lebih dari 1,2 juta turis selama pertandingan berlangsung. Jumlah ini sangat besar untuk sebuah negara dengan populasi hanya 2,7 juta.
Di tempat lain, di seberang Doha, para pekerja terlihat menurunkan merek dan bendera Piala Dunia serta mengangkut partisi di sekitar stasiun metro. Di dalam stasiun, kerumunan terlihat lebih sedikit, tidak ada lagi orang-orang bergegas untuk sampai ke salah satu stadion.
(mdk/idr)