LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kesalahan Terbesar yang Dilakukan CEO dalam Merintis Usaha

Pekerjaan menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) memiliki tanggung jawab yang besar. Tugas yang diembannya begitu banyak, sehingga mereka juga tak luput dari kesalahan.

2020-11-12 07:00:00
bisnis
Advertisement

Pekerjaan menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) memiliki tanggung jawab yang besar. Tugas yang diembannya begitu banyak, sehingga mereka juga tak luput dari kesalahan.

Menurut salah satu pendiri dan CEO Zumba Fitness, Alberto Perlman kesalahan terbesar yang dilakukan para CEO adalah berpikir bahwa mereka mengetahui lebih banyak persoalan daripada pelanggan mereka.

Perlman telah menghabiskan hampir dua dekade membangun merek global Zumba Fitness. Secara keseluruhan pun, dia telah mendengarkan dan menggunakan umpan balik pelanggan sebagai alat untuk memajukan kesuksesannya.

Advertisement

"Anda harus selalu mendengarkan, dan mendengarkan yang tersirat kepada pelanggan Anda," kata Perlman kepada CNBC.

Dia mengatakan, ketika pelanggan berbagi keluh kesah, kesulitan, dan apa yang mereka sukai, CEO harus bisa memberikan masukan untuk keuntungan mereka.

"Anda dapat mulai menghubungkan perlahan dengan pelanggan, dan begitulah cara Anda membuat dan memecahkan masalah mereka. Karena untuk sukses dalam bisnis, wirausahawan harus pandai memecahkan masalah. Ini tentang jatuh cinta pada masalah yang Anda coba selesaikan, menemukan solusi untuk itu, dan bersemangat tentang itu," kata Perlman.

Advertisement

Dia mengaku masih terus belajar dari mendengarkan umpan balik pelanggannya. Selain itu, mendengarkan pelanggan juga membantu Zumba Fitness miliknya berkembang di tengah pandemi Covid-19.

Jeff Bezos

Perlman bukan satu-satunya CEO yang mengutamakan pendapat pelanggannya. Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon juga berhasil membangun perusahaannya dengan mendengarkan pendapat dan keluhan pelanggan.

Pada tahun 1994, Bezos memulai Amazon sebagai toko buku online, tetapi berubah menjadi toko serba ada setelah dia mengirim email kepada 1.000 pelanggan acak untuk meminta umpan balik.

"Banyak dari apa yang kami bangun di Amazon Web Services didasarkan pada mendengarkan pelanggan. Sangat penting untuk menanyakan pelanggan apa yang mereka inginkan, mendengarkan jawaban mereka dengan saksama, dan memikirkan rencana untuk menyediakannya dengan bijaksana dan cepat," tulis Bezos dalam suratnya tahun 2018 kepada pemegang saham.

Tahun itu, Bezos juga mengatakan dia terus membaca email keluhan pelanggan dan meneruskannya ke eksekutifnya untuk segera melakukan penyesuaian. "Pelanggan tidak dapat memberitahu Anda apa yang harus dilakukan, tetapi mereka dapat memberitahu Anda apa yang membuat mereka frustasi," tandasnya.

Reporter Magang : Brigitta Belia

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.