LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kerjasama SCMA dan MNCN Diharapkan Perkuat Konten Lokal

Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) David Fernando Audy mengungkapkan dalam layanan televisi konvensional atau free to air (FTA) konten lokal memang masih merajai pasar Tanah Air.

2019-12-12 16:28:14
Industri Media
Advertisement

Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) David Fernando Audy mengungkapkan dalam layanan televisi konvensional atau free to air (FTA) konten lokal memang masih merajai pasar Tanah Air. Namun, di era digitalisasi seperti saat saat ini, eksistensi konten lokal harus diperkuat agar tak tergerus oleh konten global yang berdatangan melalui beragam platform digital misalnya Netflix.

"Kami sebagai produsen konten lokal terbesar dengan melalui kerjasama ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa, jadi bisa saling add value juga bagi kedua pihak," kata dia, dalam acara penandatangan MoU antara MNCN dan SCMA di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/12).

Dengan adanya kerjasama dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), diharapkan keduanya akan saling menguntungkan melalui share cost dalam pendanaan produksi konten atau disebut co-production. Sehingga akan terjadi peningkatan produktivitas dan kualitas dari konten lokal.

Advertisement

"Investasi di konten bisa semakin bagus kalau menyatukan kekuatan, kuantitas dan kualitas pun bisa ditingkatkan. Ini baik sekali untuk industri kreatif di Indonesia," ujarnya.

Digitalisasi

Dalam kesempatan serupa, Direktur Utama SCMA Sutanto Hartono menyatakan, di era digitalisasi, pelaku industri kreatif nasional harus mampu menghadapi kompetisi global. Di sisi lain, biaya produksi sebuah konten memang terbilang cukup mahal. Terutama untuk membuat sebuah movie atau film.

Advertisement

Oleh karena itu, untuk dapat melawan besarnya perusahaan asing yang menawarkan konten global melalui platform digital, perusahaan nasional perlu meningkatkan kekuatannya, salah satunya melalui kerjasama produksi.

"Ini tidak hanya soal bersaing dari sisi industri nasional, tapi dari sisi global. Jangan sampai production content (lokal) itu masuknya malah dari luar negeri. Maka kami di sini sama-sama punya idealisme, mending kami sama-sama membesarkan ekosistem pemain lokal," ujarnya.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.