Kereta layang juga membentang dari Bogor-Bandara Cengkareng
Pembangunan kereta layang ini idealnya sudah menggunakan listrik dari matahari atau solar cell
Konsep pembangunan kereta layang ternyata tidak hanya habis dari Bekasi ke Slipi. PT Hutama Karya sebagai pengusung ide mempunyai rencana membangun kereta layang dari Bogor hingga Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.
"Bekasi-Slipi itu untuk tahap pertama, dan selanjutnya Bogor-Cawang-Slipi, dan Slipi-Serpong kemudian menghubungkan Serpong hingga Bandara, ada beberapa tahapan," ungkap Direktur Utama Hutama Karya Tri Widjayanto Joedosastro ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (12/7).
Sementara itu untuk pemberhentian kereta layang ini akan dipilih tempat strategis yang menghubungkan semua transportasi di Jakarta. "Ada banyak, misal di Bogor, Sentul, Cibubur, Kampung rambutan, Bekasi, Cawang," jelasnya.
Menurutnya pembangunan jalur kereta layang ini layaknya menggandeng PT KAI karena lebih berpengalaman dalam membangun maupun merawat rel.
"Idealnya seperti itu, karena kereta api punya pengalaman di sana, ke arah sana. kita berharap usulan moda transportasi," tambahnya.
Konsep ini diusung karena memang dibeberapa negara saat ini telah menerapkannya konsep moda tersebut. Bahkan, dia mengatakan, pembangunan kereta layang ini idealnya sudah menggunakan listrik dari matahari atau solar cell sehingga selain mengurangi macet sekaligus mengurangi konsumsi BBM.
"Kita ambil referensi-referensi di negara lain. Kereta juga seharusnya kereta listrik dan sollar cell, penghematan dan energi baru terbarukan," tutupnya.
Sebelumnya Menteri BUMN, Dahlan Iskan telah menyetujui konsep ini. Dia menyarankan Hutama Karya untuk mengajukannya kepada Kementerian Perhubungan. Selain itu, Dahlan juga mengusulkan biaya pembangunan tersebut berasal dari APBN dengan alasan untuk kepentingan rakyat. "Ini tidak ada hubungannya dengan BUMN, Ini Kementerian Perhubungan," ungkap Dahlan beberapa waktu lalu.
(mdk/oer)