Kereta Jakarta-Surabaya dihadirkan untuk saingi layanan pesawat
Kereta Jakarta-Surabaya dihadirkan untuk saingi layanan pesawat. Dengan kecepatan 150 kilometer (Km)/jam, kereta ini mampu memperpendek lama tempuh dan mendekati catatan waktu pesawat. Prasetyo menegaskan bahwa tidak tepat jika proyek ini dikatakan kereta cepat.
Pemerintah menyatakan proyek kereta Jakarta-Surabaya disiapkan untuk menyaingi moda transportasi udara. Dengan kecepatan 150 kilometer (Km)/jam, kereta ini mampu memperpendek lama tempuh dan mendekati catatan waktu pesawat.
"Jakarta-Surabaya bisa 5-6 jam, jadi kompetitif dengan pesawat," papar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono di Jakarta, Rabu (23/11).
Prasetyo menegaskan bahwa tidak tepat jika proyek ini dikatakan kereta cepat. Sebab, syarat sebuah kereta untuk masuk golongan cepat ialah berkecepatan di atas 200 Km/jam.
"Hanya ada dua istilah sesuai Undang-Undang itu, pertama kereta dengan kecepatan normal. Baru kalau di atas 200 Km/jam itu yang dinamakan kereta cepat," ujarnya.
"Jadi lebih tepat itu kereta dipercepat, dengan berhenti di Semarang," tambahnya.
Prasetyo mengungkapkan konsep proyek yang akan ditawarkan ke Jepang adalah revitalisasi jalur yang sudah ada. Dengan peningkatan kemampuan rel, diharapkan kecepatan kereta bisa bertambah.
Saat ini pihaknya bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman tengah menyelesaikan konsep revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya itu.
Baca juga:
Sebelum ke Jepang, Luhut lapor Jokowi soal kereta Jakarta-Surabaya
5 Fakta anyar kereta sedang Jakarta-Surabaya digarap Jepang di 2017
Pemda masih hambat proyek Patimban dan kereta Jakarta-Surabaya
Kemenhub dapat tugas kejar proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya
BPPT sebut proyek KA Sedang Jakarta-Surabaya pakai kereta listrik
Selain Jepang, ini negara yang tertarik bangun KA Jakarta-Surabaya
Strategi Jepang kalahkan China bangun infrastruktur di Indonesia