LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kepala Bapeten Minta Isu Keselamatan dan Keamanan Nuklir Jadi Pembicaraan Bersama

Dia mengatakan, keamanan nuklir ini perlu menjadi pengetahuan masyarakat umum, khususnya di lingkungan akademisi. Topik keamanan nuklir ini perlu dipahami sebagai tindakan agar tidak ada pihak atau orang jahat yang berusaha mengganggu.

2020-10-26 13:21:15
Nuklir
Advertisement

Tenaga nuklir dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi pada sisi yang lain juga mempunyai resiko bila tidak dilakukan pengawasan dengan baik. Karenanya untuk mengurangi terjadinya potensi resiko tersebut maka diperlukan pengawasan yang ketat dengan berdasar pada aspek safety, security, dan safeguards (3S).

Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Jazi Eko Istiyanto menegaskan, pemanfaatan tenaga nuklir harus memenuhi tingkat keselamatan dan keamanan serta seifgard sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pemanfaatan tenaga nuklir memberikan peluang berarti bagi masyarakat, seperti pemanfaatan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat mencapai kesejahteraan dan kemandirian energi pada bangsa Indonesia.

Advertisement

Jazi menjelaskan, isu keselamatan dan keamanan nuklir ini sudah harus menjadi topik perbincangan bersama. Isu ini harus dikaji oleh berbagai pihak dengan latar belakang berbeda.

"Keselamatan dan keamanan nuklir ini jangan hanya Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dan Bapeten, tapi harus jadi isu banyak orang. Karena orang banyak tidak tahu apa itu keselamatan dan Keamanan nuklir ini" tutur Jazi dalam konferensi pers Seminari Keselamatan Nuklir secara virtual, Jakarta, Senin (26/10).

Dia mengatakan, keamanan nuklir ini perlu menjadi pengetahuan masyarakat umum, khususnya di lingkungan akademisi. Topik keamanan nuklir ini perlu dipahami sebagai tindakan agar tidak ada pihak atau orang jahat yang berusaha mengganggu.

Advertisement

"Keamanan nuklir ini karena adanya orang jahat yang berusaha mengganggu," kata Jazi.

Sementara terkait keselamatan nuklir merupakan topik penggunaan nuklir sebagai alat teknologi. Dalam hal ini penting diketahui pengguna tenaga nuklir dalam kehidupan sehari-hari ini harus sesuai dengan batas-batas radiasi tertentu.

"Kalau keselamatan nuklir itu pada alatnya sendiri. Konsumsi alatnya selamat atau tidak, ada uang melebihi batas radiasi atau tidak," Jazi menjelaskan.

Jazi mengatakan, dalam hal keselamatan dan keamanan nuklir tidak hanya soal pengetahuan akademis saja. Sebaliknya ini juga berhubungan dengan aspek ekonomi. Kata Nazi biaya keselamatan yang mahal itu sebenarnya tidak savety. Begitu juga dengan biaya keamanan yang mahal bukan juga tentang perlindungan.

Untuk itu, Bapeten telah mewadahi dengan penyelenggaraan agenda tahunan kegiatan Seminar Keselamatan Nuklir (SKN). Penyelenggaraan seminar di bidang pengawasan ketenaganukliran menjadi salah satu sarana meningkatkan peran pakar dan publik tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pengawasan ketenaganukliran yang sinergi dengan perkembangan global, sehingga keikutsertaan dari pihak dalam dan luar negeri yang terkait dengan keselamatan nuklir menjadi sangat penting. Seminar Keselamatan Nuklir (SKN) ini merupakan hasil kerja sama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dengan Fakultas MIPA, Universitas Indonesia (UI).

Ajak Kerja Sama

Semua pihak diajak Jazi untuk bekerja sama dalam menciptakan model keselamatan dan keamanan nuklir yang lebih terjangkau dari sisi harga.

"Jadi masih kita pikirkan bersama model-modelnya supaya biaya safety dan security ini juga jadi lebih murah dan biaya unsave atau biaya ketidakselamatan dan ketidakamanan itu lebih mahal," kata dia.

Jazi mengungkapkan Bapeten pernah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Surakarta untuk menggunakan teknologi high performance computing. Hasil kerja sama ini membuat Bapeten akhirnya memiliki alat serupa.

"Sekarang kita punya sendiri dan dimanfaatkan," kaya dia.

Dalam hal riset kata dia, harus diakui pendanaan masih menjadi kendala. Sehingga Bapeten masih perlu mencari sumber-sumber pendanaan untuk pengembangan nuklir. "Mudah-mudahan ke depan kalau ada usulan real kita bisa mengajukan pendanaan. Dari Bapeten atau dari sumber-sumber yang ada di Kementerian Ristek, LPDP dan bisa bekerja sama dengan UNS," kata dia.

Meski kerja sama tersebut bukan dengan angka yang besar tetapi Jazi berharap bisa memberikan nilai yang lebih intenjible value dari kerja sama tersebut.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.