LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kenapa penyederhanaan nominal rupiah mesti dilakukan?

Bertambahnya inflasi maka masyarakat mau tidak mau harus membawa uang dengan dengan nominal besar.

2012-10-31 09:11:00
uang
Advertisement

Pemerintah dan Bank Indonesia, selama beberapa tahun ini terus menggaungkan rencana untuk melakukan penyederhanaan mata uang atau redenominasi. Dalam artian menghilangkan deretan angka nol dalam mata uang. Bisa tiga angka nol atau kurang yang dihilangkan. Penyederhanaan mata uang bukan memangkas nilai uang yang dimiliki masyarakat.

Penghilangan angka nol dalam rupiah, dilakukan agar masyarakat terbiasa membawa uang pecahan kecil. Seiiring dengan bertambahnya inflasi maka masyarakat dipaksa membawa uang dengan dengan nominal besar.

Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan konsekuensi dari penyederhanaan mata uang, nantinya uang logam akan muncul lagi. Saat ini uang logam sudah jarang digunakan. "Nantinya uang logam akan banyak muncul lagi, untuk satuan lebih kecil," katanya.

Advertisement

Pemerintah saat ini tengah melakukan harmonisasi terhadap aturan redenominasi. Hal ini untuk untuk meminimalkan kesalahpahaman saat pelaksanaan. Negara yang sukses melakukan penyederhanaan mata uang adalah Turki. "Memang butuh masa transisi yang tidak pendek karena kesiapan masyarakat itu penting," katanya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/10).

Dia mengatakan transisi diperlukan biar saat mata uang yang baru dan satuannya lebih kecil di lakukan, tidak dianggap ada penurunan nilai dari mata uang. Pemerintah akan berhati-hati jika rencana ini jadi dilakukan dengan memperkuat sosialisasi. "Tanpa masyarakat mengenal baik rencana ini, akan menimbulkan inflasi yang tentunya mengganggu kinerja perekonomian," katanya.

Dia mengemukakan masyarakat harus beradapatasi, misal Rp 10.000 sama dengan Rp 10. Jadi ketika Rp 10, masyarakat tidak berfikir bahwa seperseribu dari Rp 10.000. "Aturan ini masih di tim pemerintah, belum sampai ke DPR. Mau dimatangkan dulu di tingkat pemerintah karena ini kan selain pemerintah, BI juga berkepentingan," ujarnya.

Advertisement
(mdk/arr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.