Kenaikan tarif listrik naikkan harga rumah
Pengembang berharap kenaikan harga 10 persen tidak mengagetkan konsumen.
Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penerapan kenaikan tarif dasar listrik (TDL), mendorong peningkatan harga rumah non subsidi secara menyeluruh sebesar 10 persen.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Edi Ganefo mengatakan imbas dari kenaikan tarif listrik akan mulai dirasakan konsumen sektor perumahan. Akan tetapi pihaknya berharap hal tersebut tidak mengagetkan konsumen serta pihak lain.
Dia memastikan untuk harga rumah subsidi tidak akan mengalami kenaikan. "Untuk rumah subsidi tergantung pemerintah kami tidak bisa menaikkan," ungkapnya di Jakarta, akhir pekan ini.
Hari ini, PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyelenggarakan pameran perumahan di Hall A dan B Jakarta Convention Center (JCC). Pameran akan berlangsung dari 2 Februari sampai 10 Februari 2013 mendatang. Ajang ini diharapkan memperoleh dana sebesar Rp 1 triliun dengan jumlah pengunjung sebanyak 150 ribu.(mdk/arr)