Kenaikan BI Rate buat beban bunga utang CNKO membengkak
Kenaikan beban bunga utang perseroan sekitar 25-50 basis poin (bps).
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) mengaku mengalami peningkatan dalam pembayaran bunga kredit bank yang diperoleh dari perbankan domestik. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
"Kita bayar bunga naik sekitar 25-50 basis poin (bps)," kata Direktur Keuangan CNKO Danar Wihandoyo di Gedung WTC I, Jakarta, Jumat (27/12).
Danar memaparkan, perseroan mendapat kucuran kredit dari beberapa bank lokal yakni Bank International Indonesia sebesar total Rp 960 miliar, Bank Panin sekitar Rp 10 miliar, CIMB Niaga total Rp 130 miliar, dan konsolidasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp 540 miliar.
"Semua kita dapat bank lokal, dan utang jangka pendek. Sampai saat ini belum ada exposure dalam dolar (USD)," kata Danar.
Utang tersebut didapat melalui kredit modal kerja yang digunakan perseroan untuk membangun PLTU, dan modal kerja dari kapal.
Tahun depan, perseroan berencana mencari alternatif pendanaan dari perbankan selain yang sudah ada, untuk membangun beberapa PLTU. Danar mengatakan, perseroan masih mencari bank yang potensial untuk pendanaan dengan nilai yang cukup besar.