Kementerian PUPR Serap 2.500 Ton Karet untuk Pembangunan 65 Km Jalan Aspal
Menteri Basuki sedang menunggu produksi karet alam untuk kemudian bisa diolah menjadi serbuk karet (crumb rubber) campuran aspal. Indonesia hingga kini sudah memiliki 5 pabrik pengolahan karet alam menjadi crumb rubber.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono akan menggunakan sekitar 2.500 ton karet untuk pembangunan jalan aspal sepanjang 65 Kilometer (Km). Pembangunan jalan tersebut akan dilakukan tahun ini.
"Program kami 65 Km untuk 2.500 ton karet alam," ujar Menteri Basuki di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/3).
Menteri Basuki sedang menunggu produksi karet alam untuk kemudian bisa diolah menjadi serbuk karet (crumb rubber) campuran aspal. Indonesia hingga kini sudah memiliki 5 pabrik pengolahan karet alam menjadi crumb rubber.
"Kita lagi tunggu produksinya, dari karet alam tidak bisa langsung dipakai harus dijadikan crumb rubber yang butir-butir. Sekarang pabriknya hanya 5 atau berapa sehingga kita lihat produksinya crumb rubber berapa," jelasnya.
Menteri Basuki menambahkan, pembangunan jalan aspal campur karet memang lebih mahal 15 persen jika dibandingkan dengan pembangunan jalan tanpa campuran aspal. Meski demikian, ketahanan jalan aspal campur karet diyakini lebih kuat sebab sudah melalui uji coba.
"Beda 10 sampai 15 persen lebih mahal sedikit tapi mutunya lebih baik. Keausan lebih rendah. Kalau memakai spesifikasi benar pasti sekitar 10 tahunan, sama (kaya biasa) tapi lebih rapat kan dia," tandasnya.
Baca juga:
Indonesia, Thailand dan Malaysia Sepakat Batasi Ekspor Karet Hanya 240.000 Ton
Deretan Strategi Pemerintah Naikkan Harga Karet Indonesia
Genjot Harga Karet, Pemerintah Akan Manfaatkan Untuk Perlengkapan Jalan
Kementan Target Produksi Karet 3,81 Juta Ton di 2019
Pemerintah Gandeng Malaysia dan Thailand Perbaiki Harga Karet
Ini Cara Pemerintah Dorong Harga Karet Capai Rp 9.000 Per Kg