LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kementerian ESDM Turunkan Level Gunung Anak Krakatau Jadi Waspada

Menurut Rudi, secara visual Gunung Anak Krakatau, pasca periode erupsi intensif sejak Juni 2019 - 9 Januari 2019, masih sesekali mengeluarkan letusan asap putih uap air dengan tinggi kolom asap maksimal mencapai 1.000 meter di atas puncak.

2019-03-25 13:30:12
ESDM
Advertisement

Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunungapi Anak Krakatau dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada, terhitung sejak 25 Maret 2019 pukul 12.00 WIB.

Kepala Badan geologi, Rudy Suhendar mengatakan, ‎berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga 25 Maret 2019, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau cenderung menurun walaupun berfluktuasi kecil.

Meski potensi erupsi masih ada, namun dengan intensitas yang kecil dibandingkan periode erupsi Desember 2018 dan sebaran material hasil erupsi yang membahayakan hanya tersebar pada radius 2 kilo meter (km) dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Advertisement

"Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga 25 Maret 2019, maka tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau diturunkan dari LEVEL III (Siaga) menjadi LEVEL II (Waspada) terhitung tanggal 25 Maret 2019 pukul 12.00 WIB," ujar Rudy di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/3).

Menurut Rudi, secara visual Gunung Anak Krakatau, pasca periode erupsi intensif sejak Juni 2019 - 9 Januari 2019, masih sesekali mengeluarkan letusan asap putih uap air dengan tinggi kolom asap maksimal mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Pengamatan energi tremor cenderung menurun, walaupun berfluktuatif serta tidak memperlihatkan indikasi deformasi yang signifikan pada tubuh gunungapi.

Advertisement

Rekomendasi tingkat aktivitas Level II atau waspada ini adalah agar masyarakat atau pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau, yaitu di dalam pulau Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 km dari Kawah Aktif," tutur Rudi.

Untuk diketahui, Gunung Api Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda, muncul di antara Pulau Panjang, Pulau Sertung dan Pukau Rakata (Komplek Vulkanik Gunung Krakatau). Gunungapi Anak Krakatau sejak pemunculannya tanggal 11 Juni 1927 hingga 2019, telah mengalami erupsi lebih dari 120 kali dengan waktu istirahat berkisar antara 1 - 6 tahun. Erupsi selama lima tahun terakhir adalah letusan abu dan aliran lava. Pada Juni- Desember 2018 erupsi menerus terjadi beberapa kali dengan intensitas energi tremor erupsi terkuatnya terjadi pada bulan September.

Pada 22 Desember 2018 aktivitas meningkat kembali, dengan terekamnya tremor vulkanik menerus yang berasosiasi dengan letusan menerus, serta letusan surtseyan pada 28 Desember 2018. Sehingga pada tanggal 27 Desember 2018, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BNPB Pastikan Wisata Selat Sunda Aman Pasca Gunung Anak Krakatau Meletus
Anak Krakatau Mengalami Kegempaan Tremor, Zona Bahaya 5 Km dari Kawah
Gunung Anak Krakatau Mengalami Gempa Tektonik Lokal Selama 20 Detik
Gunung Ibu di Maluku Utara Meletus, Warga Diminta Hindari Radius 2 Kilometer
PVMBG Catat Gunung Anak Krakatau Mengalami 46 Erupsi
Foto Satelit Sebelum dan Sesudah Letusan Dahsyat Anak Krakatau

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.