LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kementan optimalkan 10 juta hektare lahan rawa di 2018, ini keuntungannya

Kementerian Pertanian fokus mengoptimalkan lahan rawa (swamp land) pasang surut dan rawa lebak sebagai lahan pertanian. Di mana, luasnya mencapai 10 juta hektare tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahun 2018, Kementan akan menggarap lahan rawa di Sumatera Selatan seluas 500.000 hektare menjadi lahan pertanian.

2017-11-07 16:59:41
Kementan
Advertisement

Kementerian Pertanian fokus mengoptimalkan lahan rawa (swamp land) pasang surut dan rawa lebak sebagai lahan pertanian. Di mana, luasnya mencapai 10 juta hektare tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan lahan pasang surut tidak memakan banyak biaya operasional. Namun demikian, lahan tersebut dapat menghasilkan produksi yang besar karena mampu untuk ditanami tiga kali dalam setahun.

"Lahan pasang surut di Indonesia kurang lebih 20 juta hektare, yang bisa kita optimalkan 10 juta hektare. Ini adalah raksasa tidur di Indonesia. Jadi 2018 kami optimalkan lahan pasang surut. Biayanya murah, hasilnya besar," ujar Menteri Amran seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (7/11).

Menteri Amran mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba lahan seluas 1.000 hektare di Sumatera dan hasilnya produktif. Oleh karena itu, pada 2018, Kementan akan menggarap potensi lahan rawa di Sumatera Selatan seluas 500.000 hektare menjadi lahan pertanian.

Menteri Amran menjelaskan jika lahan tersebut berproduksi tiga kali masa panen, setidaknya ada tambahan 12 juta ton gabah beras dengan nilai produksi sekitar Rp 4 triliun. Menurut dia, hasil tersebut tentunya meningkatkan pendapatan petani di Sumatera Selatan.

Selain itu, Kementerian Pertanian dibantu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan menyediakan embung sebanyak 30.000 untuk mengairi sawah agar masa panen dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam per tahun.

Kementan mencatat realisasi fisik cetak sawah pada 2016 sebesar 129.076 hektare atau 97,67 persen. Hasil evaluasi per 31 Oktober 2017 menunjukkan sawah seluas 126.437 ha sudah dimanfaatkan.

Menteri Amran menambahkan kegiatan cetak sawah menunjukkan kenaikan tertinggi setelah bekerja sama dengan TNI AD sejak 2015. Sebelumnya, realisasi cetak sawah hanya seluas 24.000 sampai 26.000 ha per tahun.

"Tahun 2015-2016 naik cetak sawah 400 persen. Itu kenaikan tertinggi dalam sejarah. Ini luar biasa karena sinergi bersama," tandasnya.(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.