Kementan ngotot masih mampu bikin kedelai swasembada
Syaratnya, kekurangan 400.000 hektar lahan bisa dibantu seluruh pihak.
Kementerian Pertanian mengklaim swasembada nasional untuk komoditas kedelai masih mungkin dilakukan. Namun, instansi teknis ini memberi syarat, yakni seluruh pihak membantu perluasan lahan buat membudidayakan bahan baku tempe-tahu itu.
Hal itu diungkapkan Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian Maman Suherman. Dia menuturkan, kebutuhan ideal lahan kedelai mencapai 1 juta hektar. Saat ini luas lahan kedelai itu hanya 600.000 hektar
"Dengan perluasan lahan dan kerja keras bersama bisa swasembada kedelai. Artinya kurang 400.000 hektar," kata Maman selepas rapat di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Jakarta, Kamis (5/9).
Maman mengatakan pihaknya sudah merencanakan optimalisasi lahan sebanyak 220.000 hektar, di mana 80.000 hektar di antaranya sudah terealisasi. Namun, masih ada ganjalan lantaran kadang petani mengganti kedelai dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan.
"Tinggal optimalisasi lahan saja, karena lahan petani luas hanya saja saat ini memang sebagian dialihfungsikan menjadi lahan padi atau jagung", ujarnya optimis.
Maman menjelaskan kondisi sekarang tak bisa dibandingkan dengan masa swasembada kedelai tahun 1992. Karena saat itu Indonesia memiliki luas lahan kedelai sebesar 1,8 juta hektar.
Saat ini stok nasional kedelai tersisa 315.000 ton. Sampai akhir tahun, masih perlu tambahan impor dari Amerika maupun Brasil.
Dua pekan terakhir, pengrajin tahu tempe sudah menjerit, karena pasokan kedelai yang seret harga mendekati Rp 10.000 per kilogram.
(mdk/ard)