LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenperin Sebut Pertumbuhan Industri Tekstil RI Masih Tinggi

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Muhdori mengatakan, pertumbuhan industri tekstil di Indonesia masih tinggi. Bahkan, pertumbuhan tekstil Indonesia adalah yang terbaik setelah makanan dan minuman.

2019-09-04 16:12:59
Kemenperin
Advertisement

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Muhdori mengatakan, pertumbuhan industri tekstil di Indonesia masih tinggi. Bahkan, pertumbuhan tekstil Indonesia adalah yang terbaik setelah makanan dan minuman.

"Pertumbuhan di industri manufaktur itu yang paling bagus saat ini di tekstil dan produk tekstil (TPT)," ujar Muhdori di Jakarta, Rabu (4/9).

Dia menjelaskan, penyerapan tenaga kerja di industri tekstil serta kontribusinya terhadap PDB juga masih tertinggi di antara komoditas manufaktur. Jika ada perpindahan bisnis tekstil seperti dari Jawa Barat ke Jawa Tengah, maka itu adalah hal biasa dalam bisnis.

Advertisement

Sementara itu, terkait adanya perusahaan yang berhenti berproduksi, menurutnya itu belum tentu permanen. "Misalkan ada beberapa perusahaan yang memang menghentikan atau mengurangi produksi. Itu kan faktornya tidak hanya satu masalah, tetapi ada masalah-masalah yang lain. Tetapi bukan berarti yang dia berhenti itu akan berhenti seterusnya," imbuhnya.

Pada semester I-2019, ekspor pakaian jadi mencapai USD 3,6 miliar, sementara impornya USD 394 miliar. Secara total, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia senilai USD 6,4 miliar dan impornya USD 4,6 miliar.

Dia membantah, Vietnam punya daya tarik lebih baik ketimbang Indonesia dalam industri tekstil. Menurutnya, Indonesia justru bisa selektif dalam memilih investor. Apabila Indonesia sudah punya teknologi yang investor miliki, maka pemain asing itu tidak bisa berkompetisi di dalam negeri.

Advertisement

"Kita justru masih mengeliminir, memilih, kalau investasi tekstil dan produk tekstil dan alas kaki, kalau teknologinya masih sama di Indonesia, mereka itu tidak bisa kompetisi di sini," tandasnya.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Program Industri 4.0 Kemenperin Butuh Dukungan Lintas Sektor
Kemenperin: Investor Tekstil China Tak Mau Kolaborasi dengan Perusahaan Lokal
Menko Luhut Ajak Masyarakat Dukung Karya Anak Bangsa
Menko Luhut Soal Performa Gesits: Bunyinya Halus
Kemenperin Beri Diskon 30 Persen Pembelian Peralatan Produksi IKM
Kemenperin Beberkan Dukungan Pemerintah untuk Industri Galangan Kapal RI

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.