LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenperin: Industri Makanan dan Minuman Raih Peluang di Tahun Pemilu

Kinerja sektor industri agro diproyeksi terdongkrak karena akan adanya lonjakan dari permintaan domestik pada momentum pemilihan umum (pemilu), seperti produk makanan dan minuman.

2019-01-06 12:13:40
Kemenperin
Advertisement

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri agro sebesar 7,10 persen pada 2019. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu sekitar 6,93 persen.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan,‎ kinerja sektor industri agro diproyeksi terdongkrak karena akan adanya lonjakan dari permintaan domestik pada momentum pemilihan umum (pemilu), seperti produk makanan dan minuman.

"Di tahun politik ini, ada beberapa sektor yang bakal meraih peluang besar, di antaranya adalah industri makanan dan minuman," ujar Sigit dikutip keterangan resminya di Jakarta, Minggu (6/1).

Advertisement

Dia menjelaskan, pada kuartal III-2018, industri agro mencatatkan pertumbuhan di angka 7,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami optimistis, realisasi pertumbuhan industri agro di tahun 2019 akan lebih besar dari target 7,10 persen," kata dia.

Selama ini, lanjut Sigit, industri agro menjadi sektor andalan dalam memacu kinerja industri pengolahan nonmigas, yang juga turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Advertisement

"Pertumbuhan tersebut didukung oleh tumbuhnya masing-masing subsektor, seperti industri makanan dan minuman, industri hasil tembakau, industri pengolahan kayu, bambu dan rotan, industri kertas dan berbahan kertas, serta industri furnitur," ungkap dia.

Pada semester I 2018, industri agro menyumbang hingga 49,11 persen dari total produk domestik bruto (PDB) sektor nonmigas. Di periode yang sama, ekspor dari industri agro berkontribusi mencapai USD23,26 miliar atau 26,43 persen terhadap total ekspor nasional.

"Artinya, produk-produk agro kita telah mampu berdaya saing global," lanjut dia.

Bahkan, investasi di industri agro juga menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Pada semester I 2018, penanaman modal dalam negeri (PMDN) di industri agro mencapai Rp 24,32 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) menembus angka USD 1,1 miliar.

Baca juga:
Pengusaha Sebut Industri Makanan dan Minuman Tumbuh Sesuai Proyeksi
2019, Investasi Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Ditargetkan Capai Rp 130 T
Sepanjang 2018, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur RI di Atas 50
Pertumbuhan Industri Diprediksi Stagnan di 2019
Masuki Norma Baru, Kontribusi Industri RI di Atas Rata-rata Tingkat Dunia
Pemerintah Diminta Tiru Negara Ini Kembangkan Mobil Listrik di Tanah Air

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.