Kemenperin Genjot Penyerapan Anggaran, Berikut Program Prioritasnya
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengakselerasi realisasi anggaran dengan tetap berbasis pada efisiensi dan fokus terhadap tujuan kementerian. Sepanjang Januari-Mei 2019, realisasi anggaran ditargetkan bisa terserap hingga 25 persen. Pagu anggaran Kemenperin tahun 2019 sebesar Rp 3,59 triliun.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengakselerasi realisasi anggaran dengan tetap berbasis pada efisiensi dan fokus terhadap tujuan kementerian. Sepanjang Januari-Mei 2019, realisasi anggaran ditargetkan bisa terserap hingga 25 persen.
"Oleh karena itu, kami terus mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenperin agar dapat meningkatkan integritas, profesionalitas, pelayanan, disiplin dan kinerjanya," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Haris Munandar, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5).
Haris menyebutkan, program prioritas Kemenperin tahun ini, antara lain meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), sebagai acuan bagi perusahaan dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia. Sebanyak 328 industri sudah melakukan self-assesment INDI 4.0 melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Selanjutnya, pelaksanaan program pendidikan vokasi industri yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Sejak diluncurkan tahun 2017, program ini telah mampu menggandeng sebanyak 1.032 industri dan 2.612 SMK yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
"Kami juga masih fokus menggelar workshop e-Smart IKM dan terus mengkampanyekan Making Indonesia 4.0 ke seluruh dunia, termasuk kesiapan menjadi official country partner pada Hannover Messe 2020. Selain itu, mematangkan regulasi terkait super deduction tax," ungkapnya.
Kemenperin, kata Haris, bahkan sedang membuat ekosistem inovasi melalui pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta. Haris juga menekankan kepada seluruh ASN Kemenperin untuk semakin memacu kompetensinya terutama dalam upaya pengembangan industri manufaktur nasional.
"Sebagai generasi penerus pemimpin bangsa, teruslah berinovasi dan mengembangkan kompetensi diri supaya menjadi insan yang berkualitas dan berdaya saing," tuturnya.
Melalui kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan era saat ini, diyakini akan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan negara. "Kita ketahui, industri merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I tahun 2019, industri masih menjadi penyumbang tertinggi kepada ekonomi hingga 20 persen, imbuhnya.
Pagu anggaran Kemenperin tahun 2019 sebesar Rp 3,59 triliun, naik sebesar 26,37 persen dibandingkan anggaran tahun 2018. Pada tahun ini, porsi anggaran paling besar ada di program pengembangan SDM industri dan dukungan manajemen Kemenperin yang mencapai Rp 2,01 triliun.
"Kami memang lebih menitik beratkan pada program pengembangan SDM. Sebab, pemerintah saat ini memfokuskan terhadap peningkatan kualitas SDM yang mampu menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0," imbuhnya.
Oleh karena itu, Kemenperin berupaya melakukan manajemen perubahan baik untuk individu maupun organisasi. Langkah strategis ini guna mengikuti perkembangan era ekonomi digital dan industri 4.0 sehingga mampu menjadikan peluang dan kekuatan Kemenperin terhadap kapasitasnya sebagai leading sector dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
Baca juga:
Serbuan Produk Asal China di Pasar Indonesia
Serbuan Produk China di Pasar Indonesia
Redam Impor dari China, Kemenperin Bakal Terapkan Aturan Kacamata Wajib SNI
90 Persen Kacamata Indonesia Produk Impor, Didominasi dari China
Impor Pakaian Makin Marak, Kemenperin Minta PLB Dievaluasi
Pemerintah Ungkap Penyebab Banjir Pakaian Impor China Saat Ramadan
Penjualan Busana Muslim Saat Ramadan Bisa Melonjak Hingga 300 Persen