Kemenkop: Baru 20 persen UMKM yang mengakses modal lewat bank
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi UKM, Yuana Setyowati mengatakan jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin banyak. Sayangnya, kelemahan yang dimiliki UMKM dalam negeri adalah akses modal.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi UKM, Yuana Setyowati mengatakan jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin banyak. Sayangnya, kelemahan yang dimiliki UMKM dalam negeri adalah akses modal.
"Sudah diketahui secara luas bahwa saat ini ada kelemahan UMKM terhadap akses modal, ada persoalan SDM, dan teknologi. Karena itu, harus dilakukan langkah untuk mengatasi kendala tersebut," katanya dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat, di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (6/7)
Yuana mengungkapkan, ada sekitar 62,9 juta pelaku usaha UMKM. Akan tetapi dengan jumlah yang besar itu ternyata kelasnya jauh di bawah UMKM di negara lain.
"Dari jumlah itu, hanya ada sekitar 20 persen yang bankable. Lantaran itulah, akses modal menjadi bagian dari perjuangan dari pemerintah. Arena masih ada 80 persen yang belum bankable," katanya.
Untuk mengatasi persoalan hulu UMKM, lanjut Yuana pemerintah terus mengupayakan peningkatan kualitas, pengembangan disain, dan juga peningkatan kepuasan pelanggan di bidang pasar.
"Di kementerian ada penguatan program-program melalui pendampingan, bekerja sama dengan dinas dan juga melalui pusat layanan terpadu," tandasnya.
Baca juga:
Tingkatkan daya saing, UMKM diminta belajar pembukuan
Pemerintah ungkap hambatan bagi UMKM kembangkan diri
Tangkal produk impor masuk RI, Kemenperin target 4.000 IKM manfaatkan Tokopedia Cs
Shopee luncurkan produk batik eksklusif buatan ibu rumah tangga Rusunawa
Dukung PPh final 0,5 persen, Kemenkeu imbau UMKM manfaatkan fasilitas ini