Kemenkominfo gandeng Google tangani konten terorisme dan radikalisme
Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan selama ini pihaknya butuh waktu yang lama untuk menghapus konten yang bermuatan negatif seperti radikalisme dan terorisme yang tersebar di dunia maya. Untuk itu, Kemenkominfo menggandeng Google dan Twitter untuk penanganan konten negatif tersebut.
Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan selama ini pihaknya butuh waktu yang lama untuk menghapus konten yang bermuatan negatif seperti radikalisme dan terorisme yang tersebar di dunia maya. Untuk itu, Kemenkominfo menggandeng Google dan Twitter untuk penanganan konten negatif tersebut.
"Google dan Kemenkominfo akan menerapkan suatu sistem trusted flagger," kata Rudiantara, di kantornya, Jumat (4/8).
Sistem yang baru diterapkan secara efektif dua atau tiga bulan mendatang ini tidak akan berjalan tanpa kontribusi masyarakat sebagai pengguna platform internet terbesar tersebut.
"Lewat trusted flagger masyarakat bisa menandai konten, kemudian pihak Google akan melakukan analisis," katanya.
Agar tidak disalahgunakan, Rudiantara menambahkan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat cara yang benar melaporkan suatu konten bermuatan negatif. "Prinsipnya kan kita ingin menyelesaikan semua masalah," pungkasnya.
Baca juga:
Terduga anggota MIT tembak petani durian di Pegunungan Pora
Serangan brutal teror masjid Syiah di Afghanistan, 29 jemaah tewas
Satu dari empat terduga perencana teror di Australia dilepas
BNPT sebut teroris dari luar negeri ancaman nyata di Asia Tenggara
Australia klaim gagalkan rencana teror, 4 orang ditangkap
Menko Polhukam sebut Amerika bantu perangi terorisme di Indonesia