Kemenko Perekonomian: 6,82 Juta Orang Indonesia Masih Menganggur
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan saat ini tingkat pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan saat ini tingkat pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.
Menurut dia, saat ini tingkat pengangguran di Indonesia berada di level 5 persen. Walau lebih baik dari sejumlah negara tetangga, tapi jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup banyak yakni sekitar 70 juta orang.
"Walau masih lebih baik dari beberapa negara, namun kalau kita melihat jumlah pengangguran di Indonesia lumayan tinggi, hampir sekitar 70 juta yang menganggur," kata dia, dalam diskusi, di Opus Grand Ballroom, Jakarta, Sabtu (3/8).
Dari jumlah pengangguran tersebut, lanjut dia posisi pertama alias yang paling banyak adalah lulusan dari SMK. Selanjutnya diikuti oleh lulusan yang berasal dari perguruan tinggi.
"Pertama didominasi oleh lulusan dari SMK, kedua dari universitas. Kita tidak mau lulusan universitas masuk dalam kategori yang menganggur," jelasnya.
Update: Judul berita ini sudah diubah dari sebelumnya -> Kemenko Perekonomian: 70 Juta Orang Indonesia Masih Menganggur. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Perekonomian Hermin Esti Setyowati mengklarifikasi bahwa tingkat pengangguran saat ini sudah kurang dari 7 juta orang.
Berikut pernyataan lengkapnya di sini.
Baca juga:
Pemerintah Diingatkan Bahaya Pengangguran dalam Revolusi Industri 4.0
Pertumbuhan Ekonomi Dalam RPJMN 2020-2024 Ditarget Capai 6 Persen
Menkeu Sri Mulyani: RAPBN 2020 untuk Dukung Visi dan Janji Kampanye Jokowi
Angka Pengangguran di Tangerang Selatan Mencapai 40 Ribu Orang
Berkat Bandara Baru, Pertumbuhan Ekonomi Yogya Melesat dan Angka Pengangguran Turun
Rapat 4 Menko, Darmin Paparkan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Membaik Sejak 2015
Operasi Yustisi Ditiadakan, Ancaman Pengangguran Hantui Jakarta usai Lebaran