Kemenko Perekonomian: 64 Persen Petani Kelapa Sawit Indonesia Lulusan SD
Selain itu, produktivitas komoditi kelapa sawit di Indonesia juga dianggap masih rendah. Dia mencatat, tingkat produktivitas saat ini hanya mencapai rata-rata 3,6 ton per hektare dalam satu tahun.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Musdhalifah Machmud membeberkan sejumlah kendala dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Salah satunya yaitu rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia.
"Pendidikan di kalangan petani sawit 64 persen itu masih SD (Sekolah Dasar) ke bawah. Sehingga untuk melakukan komunikasi yang baik, tata kelola regulasi yang baik perlu effort lebih besar lagi," ujar dia dalam webinar Masa Depan Sawit Indonesia di Pasar Uni Eropa Pasca Covid-19, Kamis (17/12).
Selain itu, produktivitas komoditi kelapa sawit di Indonesia juga dianggap masih rendah. Dia mencatat, tingkat produktivitas saat ini hanya mencapai rata-rata 3,6 ton per hektare dalam satu tahun. "Padahal, potensi yang ada mencapai 6 sampai 8 ton dalam satu hektare per tahun," terangnya.
Tantangan lainnya ialah black campaign atau kampanye hitam terhadap CPO dan turunannya asal Indonesia. "Khususnya terkait deforestasi, kerusakan lingkungan, biodiversity lost atau rusaknya keanekaragaman hayati akibat pengembangan lahan kelapa sawit," paparnya.
Juga adanya hambatan akses pasar di beberapa negara tujuan ekspor. Hal ini tak lepas dari kian meningkatnya permintaan akan produk CPO dan turunannya dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Seperti tarif bea masuk yang dikenakan terlampau tinggi, kebijakan anti dumping, dan food safety. Sehingga menjadi tantangan tersendiri," ucap Musdhalifah mengakhiri.
Baca juga:
Per Oktober, Nilai Ekspor Produk Kelapa Sawit ke Eropa Capai USD 2,69 M
5 Strategi Pemerintah Lawan Diskriminasi Kelapa Sawit oleh Uni Eropa
Pemerintah Sebut Kolombia Ajak RI Investasi Kembangkan Industri Sawit
Ini Alasan Malaysia jadi Kiblat Kelapa Sawit Dunia dan Bukan Indonesia
Jadi Ketua GAPKI Riau, Jatmiko Dorong Penerapan Sawit Lestari untuk Cegah Karhutla