LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenkeu: Penambahan Utang Indonesia di 2020 Lebih Kecil Dibanding Negara Lain

Kunta melanjutkan, kemampuan mengelola keuangan negara tersebut menunjukkan pemerintah moderat dalam menjaga fiskal. Meski demikian, APBN dinilai cukup mengalami tekanan yang berat sepanjang tahun lalu.

2021-02-24 15:15:00
Kemenkeu
Advertisement

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa mengatakan, pemerintah mengelola defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) secara prudent sepanjang 2020. Hal ini terlihat dari posisi dan pertambahan utang yang lebih kecil dibanding negara lain.

"Defisit kita lebih prudent dibanding negara lain termasuk juga utang publik kita terhadap PDB. Kalau kita lihat utang terhadap PDB kita naik tetapi masih 40 persen, ini lebih baik dibanding negara lain jauh lebih tinggi rata rata 60-70 persen," ujarnya dalam diskusi daring, Jakarta, Rabu (24/2).

Kunta melanjutkan, kemampuan mengelola keuangan negara tersebut menunjukkan pemerintah moderat dalam menjaga fiskal. Meski demikian, APBN dinilai cukup mengalami tekanan yang berat sepanjang tahun lalu.

Advertisement

"Ini menunjukkan bahwa pengelolaan defisit kita moderat dibanding negara lain dan juga pertambahan utang kita lebih kecil dibanding negara negara lain. APBN memang bekerja ekstra keras 2020 akibat dampak pandemi," jelasnya.

Adapun belanja APBN 2020 sebesar Rp2.589 triliun. Kemudian alokasi di 2021 hingga 22 Februari mencapai Rp2.750 triliun. Dengan defisit pada 2020 sebesar 6,09 persen dan 2021 ditargetkan sebesar 5,7 persen.

Anggaran besar tersebut, kata Kunta, digunakan untuk menahan ekonomi tidak jatuh terlalu dalam. Kemudian, pemerintah juga menggunakan uang triliunan tersebut untuk memulihkan ekonomi. Pekerjaan berat tersebut masih akan dilakukan tahun ini.

Advertisement

"Kalau tak ada intervensi PEN mungkin pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih turun. Kalau kita lihat, kerja keras APBN ini masih akan kita lanjutkan di 2021," tandasnya.

Baca juga:
Pemerintah Serap Dana Rp4,9 Triliun dari Lelang Enam Sukuk Negara
Kemenkeu soal Utang Rp6.074 Triliun: Indonesia Punya Kemampuan Bayar
Fakta-Fakta Lonjakan Utang Pemerintah Jokowi di Kala Pandemi
Pemerintah Dinilai Gagal Optimalkan Utang untuk Penyelamatan Ekonomi Saat Pandemi
Kemenkeu Tegaskan Pemerintah Berupaya Turunkan Jumlah Utang yang Naik Imbas Pandemi
Daftar Utang Indonesia dari era Presiden Soekarno Hingga Jokowi, Jumlahnya Fantastis

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.