Kemenkeu pastikan tak ada perubahan dalam APBN 2018
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah tidak akan merevisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018. Artinya Pemerintah akan menjalankan APBN 2018 sesuai dengan yang ditetapkan.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah tidak akan merevisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018. Artinya Pemerintah akan menjalankan APBN 2018 sesuai dengan yang ditetapkan.
"Kita ingin upayakan kalau anggaran itu cukup kredibel. Angkanya itu tidak harus bongkar pasang dan bisa dijalankan sesuai dengan yang ada. Karena itu di dalam asumsi makro kita juga memasang angka yang cukup bisa dipertanggungjawabkan," kata Suahasil di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (21/11).
Di 2018, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di 5,4 persen, inflasi ditargetkan 3,5 persen, nilai tukar Rupiah Rp 13.400 per dolar Amerika Serikat (AS), dan ICP sebesar USD 48 per barel.
"Tapi International Moneter Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3 persen," ujarnya.
Lanjutnya, APBN 2018 juga berjalan di tengah kondisi politik yang hangat. Di mana akan ada Pilkada Serentak di 147 daerah.
"Tahun depan adalah tahun Pilkada yang jadi persiapan tahun Pilpres. Jumlah pemilihnya lebih dari 75 persen jumlah pemilih yang akan ikut Pilpres 2019, jadi Pilkada rasa Pilpres. Karena pemilihnya di atas 75 persen, maka kondisi politik akan menghangat. Maka kami mau pastikan APBN jangan jadi uncertainty," jelasnya.
Seperti diketahui, APBN 2018 pendapatan belanja sebesar Rp 1.894.7 triliun, belanja negara sebesar Rp 2.204.4 triliun, dan defisit anggaran sebesar Rp 325.9 triliun.
Baca juga:
Temui Bank Dunia, Presiden Jokowi minta masukan pembenahan ekonomi RI
Per Oktober 2017, Pegadaian raup pendapatan Rp 8,64 triliun
Nilai tukar Rupiah melemah ke level Rp 13.532 per USD
Di era Jokowi, harga semen di Papua turun dari Rp 2 juta menjadi Rp 500.000 per sak
Bentuk kecerdasan anak sejak dini, tingkat konsumsi ikan diklaim makin meningkat
Presiden Jokowi lakukan pertemuan tertutup dengan Bank Dunia, ada apa?
Pujian Jokowi untuk Menteri Susi dan jumlah nelayan RI yang terus merosot