LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Bisa 8 Persen

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Hidayat Amir optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 bisa mencapai 7 hingga 8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

2021-04-08 12:13:55
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Hidayat Amir optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 bisa mencapai 7 hingga 8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Proyeksi itu didasarkan dari beberapa indikator perekonomian yang terus menunjukkan tren perbaikan.

"Nah kuartal II (2021) kita cukup yakin kalau ritme dan tren perbaikannya terus berlanjut. Ritme pemulihannya bisa diakselerasi, pertumbuhan 7 sampai 8 persen itu sesuatu yang realistis juga," tegasnya dalam webinar bertajuk Indonesia Macroeconomic Update 2021, Kamis (8/4).

Hidayat mengungkapkan, beberapa pendorong utama tersebut seperti peningkatan penjualan segmen kendaraan bermotor dalam beberapa waktu terakhir. Menyusul pemberlakuan intensif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen sejak 1 Maret lalu.

Advertisement

Selain itu, pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP untuk penjualan rumah diyakini turut mendongkrak kinerja sektor properti. Sehingga turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal II nanti.

Selanjutnya

Terakhir, terkontraksinya pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 lalu hingga -5,3 persen (yoy) diyakini menjadi alasan kuat pertumbuhan ekonomi tinggi pada kuartal II tahun ini. Yakni bisa menyentuh level 8 persen

Advertisement

"Jadi, ini sebetulnya ya masuk akal, yang pertama (kuartal II 2020) secara teknikal hitungannya kita memiliki basis atau baseline yang sangat rendah di tahun lalu. Kedua, kita melihat dari sisi tren berbagai indikatornya terus meningkat," bebernya.

Kendati demikian, dia menyebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi tinggi di kuartal II nanti harus dibarengi dengan kontrol ketat terhadap penyebaran virus Covid-19. Mengingat, jika penyebaran virus mematikan asal China tidak terkontrol maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Saya termasuk yang agak konservatif cara melihatnya, karena kalau kontrol covid-nya ini lepas, (pertumbuhan ekonomi) ke belakang akan jauh lebih sulit," ujar dia mengakhiri.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.