LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenkeu Catat Investasi Hulu Migas Terus Merosot Sejak 2014

Kementerian Keuangan mencatat, investasi di sektor hulu minyak dan gas mengalami tren penurunan sejak 2014. Investasi hulu migas tahun 2020 berada di angka USD 10 miliar atau sekitar Rp 142,45 triliun (asumsi kurs Rp 14.245), anjlok 50 persen dari tahun 2014 yang sebesar USD 20 miliar.

2021-06-10 14:08:08
Migas
Advertisement

Kementerian Keuangan mencatat, investasi di sektor hulu minyak dan gas mengalami tren penurunan sejak 2014. Investasi hulu migas tahun 2020 berada di angka USD 10 miliar atau sekitar Rp 142,45 triliun (asumsi kurs Rp 14.245), anjlok 50 persen dari tahun 2014 yang sebesar USD 20 miliar.

"Investasi hulu migas masih sangat terbatas. Kita masih harus menemukan cara untuk bisa mengundang eksplorasi lebih banyak sehingga kita bisa manfaatkan reserve yang katanya masih cukup banyak di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (10/6).

Lanjutnya, cekungan yang saat ini beroperasi umumnya klasifikasinya mature (lapangan tua) sehingga tidak dapat diharapkan akan mengalami keberlanjutan operasi.

Advertisement

Oleh karenanya, memang harus ada investasi baru di hulu migas untuk mendorong peningkatan penerimaan migas. "Tentunya kita berharap para pihak di otoritas perminyakan dan pergas-an dapat mencari mitra baru atau mitra lama tumbuh kembali minatnya agar bisa meningkatkan investasi hulu migas," kata Isa.

Isa bilang, dalam konteks penerimaan negara, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi penerimaan negara di sektor migas mulai dari permintaan global, harga minyak mentah Indonesia, lifting, investasi, geografi dan infrastruktur, kebijakan dan regulasi serta transisi energi.

"Secara komprehensif memang harus kita lihat secara lengkap," tuturnya.

Advertisement

SKK Migas Sebut Tren Investasi Sektor Hulu Mulai Membaik

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan tren investasi di sektor hulu saat ini sudah membaik. Bahkan dengan adanya tren harga minyak dunia yang membaik pada tahun ini, diharapkan dapat mendorong tingkat investasi industri hulu migas.

"Tren investasi juga sudah mulai kelihatan membaik, setelah pada 2020 karena pandemi, investasi hulu migas di dunia menurun 30 persen, dan sekarang ini sudah mulai membaik," tutur Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Jakarta, Kamis (2/6).

"Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga tingkat keekonomian investor. Kami harapkan komitmen ini turut diikuti oleh pelaksanaan komitmen program kerja oleh KKKS," sambung Dwi.

Presiden IPA, Gary Selbie menambahkan, terdapat tiga hal yang paling penting untuk dapat menarik minat investor migas dalam menanamkan investasinya di Indonesia. Di antaranya penghargaan terhadap kesucian kontrak, kepastian peraturan, dan fasilitas fiskal yang menarik.

Di samping, masih besarnya cadangan migas di Indonesia yang belum dieksplorasi dan produksi. Saat ini, IPA telah dilibatkan dalam banyak diskusi dengan Kementerian ESDM untuk menghasilkan kebijakan yang lebih dapat menarik investasi pada industri hulu migas nasional.

Namun, kebijakan yang diterbitkan tersebut perlu mendapat respon yang positif dari pemangku kepentingan lainnya karena aktivitas hulu migas sangat terkait dengan kementerian atau lembaga lainnya, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Namun di sisi lain, lembaga kajian Wood Mackenzie secara terpisah justru menyoroti minimnya investasi pada sektor hulu migas dan hal itu akan bertahan pada tahun ini. Head of Upstream Analyst Wood Mackenzie, Fraser McKay, mengatakan investasi hulu migas secara global akan stagnan pada angka USD300 miliar pada 2021.

Data Wood Mackenzie menunjukkan iklim investasi migas Indonesia berada di bawah rata-rata global. Skala daya tarik fiskal hulu migas Indonesia hanya mencapai 2,4 (pada skala 0-5). Angka itu berada di bawah rata-rata dunia yang sebesar 3,3.

Di samping itu, SKK Migas juga mengupayakan beberapa hal untuk mengejar target produksi dan lifting pada 2021, di antaranya meningkatkan program kerja pemboran sumur workover, dan pemeliharaan sumur (well service). Melalui upaya ini diharapkan terdapat peningkatan produksi migas.

Berdasarkan catatan produksi rata-rata migas nasional per hari pada kuartal I-2021 sebanyak 679.500 BOPD minyak bumi dan 5.539 MMSCFD gas bumi. Angka itu sekitar 97, 3 persen dari target produksi tahun 2021 yang sebesar 705.000 BOPD untuk minyak bumi dan 5.638 MMSCFD untuk gas bumi.

Dalam hal kerja sama dengan sektor lain, SKK Migas saat ini bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan tengah berdiskusi untuk rencana pemberian sistem fiskal yang menarik bagi pengembangan lapangan-lapangan migas di Indonesia. Insentif tersebut diperlukan untuk menjaga tingkat keekonomian proyek pengembangan lapangan.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.