Kemenhub: Jangan mengharap tidak macet saat mudik
Kemenhub: Jangan mengharap tidak macet saat mudik. Sebab, kemampuan pembangunan sarana dan prasarana pemerintah terbatas sehingga tidak bisa mengakomodasi saat volume kendaraan terlalu tinggi. Tindakan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran selama ini ialah optimalisasi sarana dan prasarana yang ada.
Kementerian Perhubungan menyatakan kemacetan saat arus mudik dan balik merupakan sebuah keniscayaan. Sebab, kemampuan pembangunan sarana dan prasarana pemerintah terbatas sehingga tidak bisa mengakomodasi saat volume kendaraan terlalu tinggi.
"Jangan mengharap untuk tidak macet. Itu sangat sulit karena sarana dan prasarana kami tidak didesign untuk menghadapi arus puncak. Karena (butuh) dananya sangat besar dan kalau sudah tidak Lebaran nanti bisa mubazir. Jadi yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah optimasi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, di posko mudik lantai 7 Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (27/6).
Dia mengatakan bahwa arus mudik masih terjadi sampai hari ini. Sugihardjo mengungkapkan, arus mudik yang terjadi tersebut bersamaan dengan arus menuju ke daerah-daerah wisata.
"Kita pantau sekarang mulai Lebaran sampai hari ini itu adalah pergerakan ke daerah-daerah wisata yang padat seperti ke Puncak dan Sukabumi. Kalau Jawa ke arah Malang dan Magelang," ujarnya.
Meski masih padat, Sugihardjo menyatakan bahwa pemudik pasca Lebaran dan yang menuju lokasi wisata relatif lebih santai karena tidak mengejar waktu solat Id di kampung halaman. "Umumnya pemudik ke daerah wisata karena tidak mengejar solat id sudah lebih toleransi," ungkapnya.
Baca juga:
Arus balik, masih ada perusahaan nakal operasikan bus tak laik jalan
Dagangan tak laku, pedagang pakaian Tanah Abang batal mudik
Sebanyak 4.699.727 kendaraan lintasi Jawa Barat saat mudik
Lebaran, 943.371 orang menyeberang ke Sumatra lewat Pelabuhan Merak
Angkutan resmi belum beroperasi, travel gelap cuil berkah Lebaran
Presiden Jokowi mudik ke Solo, Wapres Jusuf Kalla ke Makassar
Polda Jabar klaim angka pengendara tewas di jalan saat lebaran turun