Kemenhub Buka Peluang Harga Tiket Pesawat Turun
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti menjelaskan sebenarnya penentuan harga avtur ini di luar kewenangan Kemenhub. Namun, saat ini pihaknya tengah mengkaji ulang komponen tiket maskapai terutama pasca penurunan harga avtur sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti menjelaskan sebenarnya penentuan harga avtur ini di luar kewenangan Kemenhub. Namun, saat ini pihaknya tengah mengkaji ulang komponen tiket maskapai terutama pasca penurunan harga avtur sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Avtur sebenarnya di luar kewenangan kami. Tp kami sudah lakukan rapat dengan pertamina aviasi. Mereka menyampaikan bahwa harga avtur mereka sudah kompetitif, tetapi ada beberapa komponen harga yang bisa diturunkan," kata Polana di Kementerian Perhubungan, Rabu (13/2).
Dia menjelaskan, meski sebelumnya telah berdiskusi dengan para pelaku industri penerbangan, namun pihaknya kembali memanggil pihak terkait untuk membahas penentuan kemungkinan perubahan tarif maskapai.
"Kalau harga avtur turun otomatis komponen biaya jadi berpengaruh. Seharusnya mereka melakukan penyesuaian kembali," tegas Polana.
"Mengenai berapa penurunannya, saya belum bisa kasih info karena sekarang sedang dilakukan pengkajian oleh litbang. Hari ini dan besok kita panggil maskapai untuk lakukan penghitungan kembali terhadap tarif tersebut," tambah dia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wajar apabila harga tiket pesawat naik karena menyesuaikan tingginya harga avtur. Sebab, dia menilai dari 35 persen ongkos pesawat tersebut masuk dalam hitungan bahan bakar maskapai penerbangan tersebut.
"Saya kira walaupun bersaing mereka juga harus tetap menghitung biaya tetapnya, ada harga pokok daripada avtur itu. Karena 35 persen daripada ongkos pesawat itu avtur kan," ujarnya saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).
Dia menilai, harga tiket pesawat di Indonesia selama ini masih tergolong sangat murah apabila dibandingkan dengan negara-negara lain. Apalagi, kata dia, banyak promo-promo yang ditawarkan oleh sejumlah Airlines untuk penerbangan murah.
Murahnya harga pesawat tersebut, kemudian membuat beban perusahaan semakin besar. Bahkan tak jarang beberapa maskapai penerbangan justru mengalami bangkrut. "Apalagi kalau ditarik murah, beberapa airlines yang tutup ada Batavia dulu, ada Adam Air ada Merpati ada Mandala, ada semua kan tutup bangkrut," katanya.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Polemik Mahalnya Harga Avtur, Tiket Pesawat dan Dominasi Pertamina
Tiket Mahal, 730 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Dibatalkan dalam Sebulan
Wapres JK Sebut Tiket Pesawat Mahal Karena Sesuaikan Harga Avtur
Pengamat: Proporsi Avtur Terhadap Harga Tiket Pesawat Kecil
Sri Mulyani Akui Sudah Diskusi dengan Kementerian ESDM Soal Harga Avtur