Kemenhub: Bahaya sekali mudik pakai mobil cc kecil, kena angin tidak stabil
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya tidak menganjurkan penggunaan mobil ber-cc kecil dan motor untuk mudik Lebaran. Sebagai pengalihannya, saat ini telah disediakan fasilitas mudik gratis bagi masyarakat.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menganjurkan masyarakat untuk tidak menggunakan mobil bekapasitas mesin (cc) kecil saat mudik lebaran. Hal ini semata untuk menjaga keselamatan.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya tidak menganjurkan penggunaan mobil ber-cc kecil dan motor untuk mudik Lebaran. Sebagai pengalihannya, saat ini telah disediakan fasilitas mudik gratis bagi masyarakat.
"Kami tidak menganjurkan perjalanan panjang mudik dengan kendaraan kecil dan motor, karena itu Kemenhub konsisten memberikan mudik gratis pakai Kereta, truk, kapal," kata Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (13/4).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi mengungkapkan, mobil dengan cc kecil tidak direkomendasikan digunakan saat mudik, karena mobil tersebut didesain untuk perkotaan bukan untuk jarak jauh.
"Sebenarnya ini kan sudah banyak mobil cc kecil 1.000 cc sebetulnya itu kan memang menjadi city car," ucapnya.
Budi melanjutkan, mobil cc kecil dengan ukuran badan yang kecil, sangat rentan tidak stabil jika menempuh jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Hal ini akan membahayakan keselamatan dan memicu kecelakaan.
"Bahaya sekali itu. Apalagi kalau merasa mobilnya bagus masih baru kecepatan bisa maksimal kalau kecepatannya maksimal malah tambah bahaya. Saya imbau kepada masyarakat nanti mudik menggunakan city car ga dipaksakan. Kecepatan tinggi kena angin jadi tidak stabil," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ini keunggulan Wuling Confero S yang tak dimiliki kendaraan lain
GIIAS 2017, Wuling Motors pamerkan 7 mobil murah cicilan Rp 2,8 juta
4 Deretan mobil di bawah Rp 200 juta mejeng di GIIAS 2017
Daihatsu Sigra meluncur, Xenia 1.0 liter berhenti diproduksi
Datsun GO, Ayla, Agya dkk dilarang jadi taksi online